Warga Depok Diminta Waspadai Penularan Corona Via Transmisi Lokal

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Depok, Mohammad Idris (tengah) saat konferensi pers terkait warganya positif virus corona atau COVID-19, di Balai Kota Depok, Senin 2 Maret 2020. TEMPO/Ade Ridwan

    Wali Kota Depok, Mohammad Idris (tengah) saat konferensi pers terkait warganya positif virus corona atau COVID-19, di Balai Kota Depok, Senin 2 Maret 2020. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Depok, Jawa Barat, Mohammad Idris mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap penyebaran Corona karena terdapat beberapa kasus penularan berasal dari transmisi lokal. "Masyarakat harus semakin waspada terhadap lingkungan sebab saat ini penularan Covid-19 sangat rentan dari masyarakat sekitar," kata Idris dalam keterangan tertulis, Kamis, 28 Mei 2020.

    Menurut dia, Kota Depok sangat rentan terhadap penularan antarwarga, khususnya yang memiliki kontak erat dengan orang terkonfirmasi positif corona.

    Untuk itu, kata Idris, Pemerintah Kota Depok sudah menyediakan rumah sakit isolasi bagi warga terinfeksi Covid-19, khususnya kasus konfirmasi positif dengan isolasi mandiri. "Sudah kami siapkan RS khusus bagi warga terjangkit Covid-19 agar dapat melakukan isolasi di rumah sakit. Ini agar tidak menularkan kepada lebih banyak warga lainnya," tuturnya.

    Idris mengatakan Pemkot terus melakukan tes cepat Covid-19 secara massal di berbagai titik. Hingga saat ini dari total 5.000 orang yang menjadi sasaran, sebanyak 90 persen telah diperiksa dengan metode tersebut. 

    Ia menjelaskan dari jumlah yang diperiksa, 30 persen di antaranya dinyatakan reaktif. Selanjutnya, mereka akan diperiksa dengan metode tes swab polymerase chain reaction (PCR). "Dengan penambahan ini maka total kasus konfirmasi positif sudah 500 orang. Alhamdulillah, diimbangi dengan yang sembuh juga semakin banyak," ujar Idris.

    Ia mengatakan tes cepat sangat membantu dalam mempercepat penyisiran dan pemetaan titik penyebaran Covid-19. Dengan demikian, dapat memudahkan untuk dilakukan penanganan. "Kami targetkan 13.000 orang ikut tes cepat, lokasi tesnya tersebar tempat-tempat publik," kata Wali Kota Depok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.