New Normal di KRL, Operator Minta Penumpang Hindari Jam Sibuk

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana KRL Commuter Line di  Bogor, Jawa Barat, Senin, 20 April 2020. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    Suasana KRL Commuter Line di Bogor, Jawa Barat, Senin, 20 April 2020. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengimbau warga tetap bekerja dari rumah selama kebijakan perusahaan masih memungkinkan. Juru bicara PT KCI Sylviane Purba mengatakan saat memasuki era new normal atau kenormalan baru akan semakin banyak masyarakat yang kembali beraktivitas.

    "Namun selama memungkinkan sebaiknya tetap bekerja dari rumah untuk meminimalkan risiko penularan Covid-19," kata Sylviane melalui keterangan tertulis, Kamis, 28 Mei 2020. Selain itu, penumpang disarankan untuk menghindari antrean naik KRL di jam-jam sibuk.

    Sebab, KCI bakal tetap menerapkan pembatasan jumlah pengguna untuk menjaga physical distancing di dalam kereta dan stasiun. PT KCI juga menghimbau masyarakat, terutama para pengguna KRL, untuk gotong royong dan disiplin dalam menjalankan ketentuan dan arahan petugas di lapangan untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

    Sylviane menyatakan sebagai penyedia jasa layanan transportasi publik yang melintasi tiga provinsi siap menjalankan kebijakan pemerintah pada masa pandemi ini. "Layanan KRL Commuter Line akan mengikuti perkembangan dan menyesuaikan dengan kebijakan yang diberlakukan pemerintah," ujarnya.

    Ia menuturkan manajemen telah mempersiapkan penerapan new normal. Dalam menerapkan tatanan hidup baru, KCI tetap menjalankan protokol kesehatan yang mewajibkan penumpang dan petugas menggunakan masker selama berada di area stasiun maupun di dalam KRL.

    Petugas juga bakal pemeriksaan suhu tubuh penumpang, dan penerapan physical distancing atau jaga jarak sesuai dengan marka-marka yang ada di area stasiun dan di kereta.

    Selain itu, saat penumpang dalam keadaan padat, petugas akan melakukan penyekatan di sejumlah titik stasiun. Tujuan penyekatan untuk mengendalikan jumlah orang yang berada di peron dan kereta. "Bila diperlukan, petugas juga melakukan buka tutup pintu masuk stasiun," ujar Sylviane.

    Saat ini PT KCI sudah menyediakan fasilitas wastafel tambahan selain yang telah ada di toilet untuk dimanfaatkan pengguna kereta mencuci tangan sebelum dan setelah menggunakan KRL. Ada juga fasilitas hand sanitizer di stasiun maupun yang dibawa oleh petugas pengawalan di dalam kereta.

    KCI berjanji akan terus memaksimalkan kebersihan kereta dan stasiun. Sebelum pandemi Corona, seluruh kereta dan stasiun rutin dibersihkan baik saat beroperasi melayani penumpang maupun selepas jam operasional.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dirjen Hubjat: 3 Poin Utama Pedoman Teknis Keselamatan Pesepeda

    Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub menyebutkan tiga pokok utama pedoman teknis keselamatan pesepeda. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan.