Dosen ITB Paparkan Konsep New Normal di Transportasi Publik

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menaiki bus TransJakarta di Jakarta, Jumat, 10 April 2020. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Penumpang menaiki bus TransJakarta di Jakarta, Jumat, 10 April 2020. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Agung Wicaksono mengusulkan budaya transportasi baru untuk menghadapi tatanan kehidupan baru atau new normal di tengah wabah virus corona. Konsep budaya transportasi baru itu adalah avoid (pencegahan), shift (beralih) dan improve (improvisasi).

    Menurut Agung, tindakan pencegahan bisa dilakukan dengan cara menghindari perjalanan jika tidak perlu. "Jadi perjalan hanya untuk keperluan yang sangat penting saja. Kalau tidak terlalu perlu, tidak usah keluar rumah," kata dosen ITB itu saat dihubungi, Jumat, 29 Mei 2020.

    Sedangkan, konsep beralih mempunyai pengertian bahwa masyarakat lebih mengutamakan menghindari kontak fisik dengan memilih mora transportasi seperti berjalan kaki dan bersepeda. Dalam kondisi new normal di Ibu Kota, diperkirakan bakal banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi. "Sebab, budaya bersepeda dan jalan kaki di Indonesia belum tinggi."

    Untuk menghadapi era tatanan hidup baru ini, pengelola transportasi wajib melakukan improvisasi dengan cara meningkatkan protokol kesehatan Covid-19. Transportasi publik harus menjaga kebersihan dan jaga jarak antar penumpang hingga pegawainya.

    Mantan Dirut Transjakarta ini menyarankan pengelola terus memberi imbauan agar penumpang tidak berbicara saat menggunakan transportasi publik pada fase New Normal. "Karena bisa menimbulkan droplet. Termasuk mengangkat telpon lebih baik ditunda saat naik angkutan umum," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.