PPDB Ajaran Baru Mulai Juni, Kota Bogor Siapkan 4 Jalur Onlne

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bogor -Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahcrudin alias Fahmi, mengatakan menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tahun ajaran 2020/21 pihaknya telah menyiapkan aplikasi khusus berbasis online.

    Fahmi menyebut khusus untuk PPDB Sekolah Menengah Pertama atau SMP di Kota Bogor, akan dibuka lewat empat jalur dan dimulai pada pada 18 Juni hingga pekan pertama Juli 2020. Empat jalur itu ialah jalur Prestasi, Afirmasi, Zonasi dan jalur perpindahan orang tua.

    “Karena membutuhkan waktu lama, kami buka PPDB online SMP pertengahan Juni hingga awal Juli. Untuk SD mulai 8 Juni,” kata Fahmi kepada Tempo melalui sambungan telepon, jumat 29 Mei 2020.

    Fahmi mengatakan ke empat jalur pendaftraan PPDB tersebut, memiliki persentase kuota berbeda dan yang paling banyak adalah jalur Zonasi. Fahmi menyebut untuk jalur Zonasi, kuota penerimaan sebanyak 55 persen.

    Lalu untuk jalur Prestasi dan Afirmasi, masing-masing mendapat 20 persen kuota dari yang tersisa. Sedangkan untuk jalur pendaftraan PPDB jalur perpindahan orang tua, hnaya mendapat 5 persen sisa terakhir. Meski pendaftaraan memalui aplikasi online, sistem zonasi tetap menjadi prioritas atau mendominasi. “Nanti mereka daftar ke aplikasi yang kami sediakan. Tapi input datanya dibantu oleh pihak sekolah asal,” kata Fahmi menjelaskan.

    Meski pendaftaran PPDB akan dibuka pada pekan kedua bulan Juni dan berakhir di awal pekan Juli 2020, Fahmi menyebut bukan bearti di bulan Juli sekolah akan dibuka. Fahmi mengatakan untuk pembukaan sekolah, tetap mengikuti arahan dan kebijakan dari Pemerintah Kota Bogor.

    Sebab, menurut Fahmi, membuka sekolah disaat masih pandemi tentu sangatlah berat untuk menjaga keamanan dan kesehatan para siswa. Meski nantinya ada kebijakan pembukaan sekolah, Fahmi menyebut tidak akan bisa sekaligus.

    “Entah bertahap atau tidaknya dan lain-lain, itu kami tetap mengikuti kebijakan tim gugus covid dan pemerintah Kota. Karena keselamatan para siswa itu yang utama bagi kami,” kata Fahmi.

    Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, saat dikonfirmasi mengatakan kebijakan di sektor pendidikan saat ini Pemerintah Kota Bogor belum ada keputusan atau rencana apapun untuk pembukaan sekolah.

    Namun, Dedie mengatakan Pemerintah harus mulai menyiapkan langkah-langkah apabila tahun ajaran baru dimulai dalam kondisi pandemi Covid-19. Lalu, apabila sektor pendidikan dibuka maka skenarionya adalah memaksimalkan perlindungan kepada anak didik dan pengajar dengan melakukan pembatasan-pembatasan, seperti pengurangan jam belajar dan hari proses belajar. juga membatasi jumlah siswa dalam kelas, mengkombinasikan model kovensional dengan digital atau daring.

    “Termasuk juga membatasi usia guru yang mengajar di kelas, melarang sementara pelajaran olahraga kecuali teori dan melarang kantin sekolah beroperasi sementara,” kata Dedie.

    Adapun untuk pendaftaran PPDB. Dedie mengatakan kebijakan itu dikeluarkan hanya sebatas pendaftaran.

    Artinya meski ada pendaftraan baru, untuk kegiatan belajar mengajar secara langsung di sekola-sekolah belum bisa dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan karena menimbang dan menyelaraskan kebijakan akan pananganan dan penanggulangan Covid-19 di Kota Bogor.

    “Untuk pendaftaran tetap ada, tapi kegiatan fisiknya belum ada rencana. Kita tidak ingin ada resiko bagi anak-anak kita,” kata Dedie, sambil mengatakan tidak ada SPP untuk SD dan SMP Negeri di Kota Bogor, kecuali swasta.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.