Sepanjang Mei Tercatat 841 Pemakaman Protap Covid-19 di Jakarta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020. Juru Bicara Kasus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia mencapai 17.025 kasus. Sebanyak 3.911 orang dinyatakan sembuh dan  1.089 orang meninggal dunia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020. Juru Bicara Kasus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia mencapai 17.025 kasus. Sebanyak 3.911 orang dinyatakan sembuh dan 1.089 orang meninggal dunia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah jenazah yang dimakamkan dengan prosedur tetap (protap) Covid-19 selama bulan Mei mencapai 841 jasad. Data itu diungkap tim gugus Covid-19 DKI Jakarta dalam situs corona.jakarta.go.id.  

    Berdasarkan data pemakaman jenazah pada 1 Mei petugas pemakaman DKI telah menguburkan 1.632 sejak laporan pertama pada 6 Maret. Jumlah tersebut terus naik hingga pada 30 Mei total telah ada 2.437 jenazah yang telah dimakamkan dengan prosedur Covid-19.

    Sepanjang bulan Mei, tercatat ada pemakaman protap Covid-19 terbanyak dalam 1 hari, yaitu 38 pasien. Pemakaman terbanyak itu terjadi pada tanggal 13 Mei dan 26 Mei.

    Berdasarkan data Corona.jakarta.go.id dalam tiga hari terakhir jumlah laporan pemakaman dengan prosedur Covid-19 mengalami penurunan. Pada 28 Mei tercatat 22 laporan, 29 Mei 2O laporan, dan terus menurun pada 30 Mei dengan 18 laporan pemakaman.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan bahwa jenazah yang dimakamkan dengan Protap Covid-19 diduga sudah menjalani pemeriksaan tes namun hasil tes belum keluar atau korban meninggal yang belum sempat dilakukan tes.

    Dalam Protap Covid-19, jenazah harus dimakamkan paling lambat empat jam setelah meninggal. "Artinya ini adalah mungkin korban yang belum sempat dites. Karena itu tidak bisa disebut sebagai positif, atau sudah dites tapi belum ada hasilnya, kemudian wafat," ujar Anies beberapa waktu lalu.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.