Pengedar yang Suplai Ganja untuk Dwi Sasono Masih Diburu Polisi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, bersama Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Choiron El Atiq dan Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung merilis penangkapan pemeran film Dwi Sasono atas dugaan penyalahgunaan narkoba di Polres Jakarta Selatan, 01 Juni 2020. Tempo/Nurdiansah

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, bersama Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Choiron El Atiq dan Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Vivick Tjangkung merilis penangkapan pemeran film Dwi Sasono atas dugaan penyalahgunaan narkoba di Polres Jakarta Selatan, 01 Juni 2020. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi masih memburu pengedar yang mensuplai ganja untuk aktor Dwi Sasono. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, ganja didapat Dwi Sasono dari seseorang berinisial C.

    Yusri mengatakan orang itu kini masih buron. "Identitasnya sudah diketahui, tim sekarang masih bekerja di lapangan," kata Yusri saat konferensi pers daring pada Senin, 1 Juni 2020.

    Dwi Sasono ditangkap polisi di kediamannya di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan pada 26 Mei 2020 sekitar pukul 20.00. Dari rumahnya, polisi menemukan narkotika jenis ganja seberat 16 gram. Barang bukti tersebut disimpan oleh Dwi Sasono di atas lemari.

    Menurut Yusri, aktor di film Dua Garis Biru itu mengaku mengonsumsi ganja selama sebulan terakhir. "Dia memang susah tidur selama covid-19 ini, dia di rumah saja. Jadi dia memanfaatkan waktu untuk melakukan hal yang salah," kata Yusri.

    Adapun Dwi Sasono mengakui salah telah menghisap ganja. "Saya salah. (Tapi) Saya bukan orang jahat. Saya bukan pengedar. Saya bukan penipu. Saya bukan kriminal," kata dia pada Senin, 1 Juni 2020.

    Dwi mengatakan dirinya ingin kembali pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga. Ia pun mengingatkan agar orang-orang yang masih mengonsumsi narkoba segera berhenti sekarang juga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.