Warga Bogor Bikin Dapur Umum bagi Keluarga Terdampak Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga di Kecematan Bogor Utara membuat dapur umum dan memasak makanan 150 nasi kotak di Kelurahan Tegal Gundil, Senin, 1 Juni 2020. Untuk dibagikan kepada warga terdampak pandemi COVID-19. ANTARA/HO/Pemkot Bogor

    Warga di Kecematan Bogor Utara membuat dapur umum dan memasak makanan 150 nasi kotak di Kelurahan Tegal Gundil, Senin, 1 Juni 2020. Untuk dibagikan kepada warga terdampak pandemi COVID-19. ANTARA/HO/Pemkot Bogor

    TEMPO.CO, Bogor - Sejumlah warga Kota Bogor bergotong royong membuat dapur umum untuk membantu keluarga yang terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. Mereka memberikan bantuan nasi kotak dan paket sembako.

    Kegiatan membuka dapur umum ini dilakukan warga Kota Bogor di dua kecamatan yakni Bogor Utara dan Tanah Sareal, Senin, 1 Juni 2020. Mereka memasak makanan sebanyak 400 nasi kotak serta menyiapkan 100 paket sembako.

    Nasi kotak dan paket sembako diberikan kepada keluarga terdampak ekonomi akibat Covid-19 seperti warga yang diberhentikan dari tempat kerja, kehilangan pekerjaan, dan tidak bisa bekerja.

    Di Kecamatan Bogor Utara, warga membuat dapur umum dan memasak makanan untuk 250 nasi kotak untuk warga terdampak Covid-19 di empat kelurahan.

    Camat Bogor Utara Dudi Fitri Susandi mengatakan, warga di kecamatannya berinisiatif mengumpulkan donasi uang koin sejak awal wabah Covid-19, akhir Maret 2020.

    Donasi uang koin yang dikumpulkan digunakan untuk memberikan bantuan, baik nasi kotak, paket sembako, maupun masker. "Nasi kotak dan paket sembako disumbangkan kepada warga terdampak Covid-19, sedangkan masker disumbangkan untuk tenaga medis di rumah sakit," katanya.

    Dudi Fitri optismistis, pembagian nasi kota ini tepat sasaran karena penerimanya sudah didata dan nasi kotak disalurkan kepada penerima melalui pengurus RT masing-masing.

    Camat Tanah Sareal Asep Kartiwa mengatakan, warga di kecamatannya memasak 150 nasi kotak dan membuat 100 paket sembako untuk dibagikan kepada warga terdampak.

    Menurut Asep, warganya membuat dapur umum secara bergiliran. "Dapur umum ini meskipun tidak bisa dilaksanakan secara rutin karena keterbatasan biaya, ini wujud konkret kontribusi warga kepada warga lainnya yang membutuhkan," katanya.

    Asep Kartiwa juga mengingatkan warga untuk tetap berada di rumah dan tidak pergi jika tidak ada keperluan yang sangat penting. "Sampai pemerintah pusat menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir," katanya.

    Lurah Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Erwan Siswanto, dapur umum di Kelurahan Kebon Pedes dikelola Karang Taruna kelurahan setempat. "Dapur umum ini anggarannya adalah swadaya murni dari donasi warga untuk warga terdampak Covid-19 yang membutuhkan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.