Penularan Corona Kini Merembet Keluarga Pedagang Pasar Cileungsi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasar tumpah. ANTARA

    Ilustrasi pasar tumpah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menyebutkan bahwa penularan Corona atau Covid-19 dari klaster Pasar Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meluas ke keluarga pedagang.

    "Jadi, ini klaster Pasar Cileungsi yang sudah transmisi lokal di keluarga (pedagang)," katanya  melalui pesan singkat, di Bogor, Selasa, 2 Juni 2020.

    Ia memberikan contoh kasus pedagang Pasar Cileungsi yang sebelum meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19, menularkan ke keluarganya, terdiri istrinya berusia 23 tahun, adiknya seorang laki-laki usia 17 tahun dan anak perempuannya berusia 1,5 tahun.

    Kasus serupa kembali terulang saat Pemkab Bogor mengumumkan enam pasien baru penularan Corona alias Covid-19 dari klaster Pasar Cileungsi Selasa kemarin, yang terdiri dari pedagang dan keluarganya, yaitu laki-laki usia 35 tahun, perempuan usia 20 tahun, perempuan usia 18 tahun, laki-laki usia 33 tahun, perempuan usia 28 tahun, dan laki-laki usia 44 tahun.

    "Sampai saat ini positif Covid-19 Klaster Pasar Cileungsi jadi 16 orang," kata perempuan yang juga merupakan Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor itu.

    Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan bahwa sebelum ada enam pasien Covid-19 baru dari klaster Pasar Cileungsi, Pemkab Bogor sudah mencatat 10 pasien Covid-19 dari klaster pasar di sebelah timur Kabupaten Bogor itu.

    "Untuk penanggulangannya supaya memutus rantai, kita tutup dulu sampai masa PSBB Bogor berakhir," kata Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.