Sehari Sebelum PSBB Jakarta Selesai, Jalan Sudirman Kembali Padat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kemacetan lalu lintas. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ilustrasi kemacetan lalu lintas. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari sebelum masa pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jakarta berakhir, arus lalu lintas di Ibu Kota terpantau padat.

    Kepadatan terpantau di Jalan Jenderal Sudirman arah Blok M. Kendaraan roda empat yang melintas di jalan itu hanya bisa dipacu dengan kecepatan 40 km per jam pada Rabu petang, 3 Juni 2020.

    Antrean kendaraan memadati empat lajur Jalan Sudirman mengarah ke Blok M.

    Kendaraan roda empat yang didominasi kendaraan pribadi itu tampak mengantre mulai di Simpang Susun Semanggi hingga Patung Jenderal Sudirman. Antrean serupa juga terpantau di Simpang Susun Semanggi ke arah tol Grogol.

    Sementara itu, untuk lalu lintas arah sebaliknya, yakni dari Blok M menuju Sudirman lebih lancar. Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melaju dengan kecepatan di atas 40 km per jam.

    Petugas keamanan yang ditemui Antara di salah satu perkantoran, Supriyanto mengatakan, kondisi lalu lintas lebih padat hari ini dari hari-hari sebelumnya. "Kemarin ramai juga, tapi enggak seramai ini, itu sudah kayak macet aja," katanya.

    Supri menyebutkan, kendaraan tampak lebih padat pada jam pulang kantor, yakni mulai pukul 17.00 WIB.

    Kepadatan lalu lintas lebih banyak dari arah Jalan Sudirman menuju Blok M. "Mungkin sudah mulai banyak yang masuk kerja jadi mulai kenormalan yang lama, macet lagi," kata Supri.

    PSBB Jakarta akan berakhir besok. Belum diketahui apakah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memperpanjang pembatasan sosial ini. Rencana Anies melakukan konferensi pers soal PSBB ditunda hingga besok.

    Adapun anggota DPRD Syarif mengatakan, Jakarta kemungkinan akan melakukan transisi setelah PSBB berakhir besok. Selama PSBB, aktivitas bekerja, belajar, dan beribadah dilakukan di rumah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.