Penumpang Melonjak, KCI Operasikan 60 KRL Tambahan Sore Ini

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota TNI memberikan imbauan pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 kepada penumpang KRL menjelang pemberlakuan aturan new normal, di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Anggota TNI memberikan imbauan pendisiplinan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 kepada penumpang KRL menjelang pemberlakuan aturan new normal, di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia pada sore ini, Kamis, 4 Juni 2020 akan mengoperasikan 60 jadwal kereta rel listrik atau KRL tambahan. Hal itu, kata VP Corporate Communication PT KCI Anne Purba, dilakukan setelah melihat peningkatan jumlah pengguna dalam tiga hari ke belakang sebesar 10-13 persen dibanding pertengahan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

    “Bila sebelumnya PT KCI melayani 200–220 ribu pengguna, pada tiga hari terakhir jumlahnya mencapai 240 ribu pengguna,” kata dia dalam keterangan tertulisnya hari ini.

    Jadwal kereta tambahan itu akan melayani perjalanan dari stasiun di wilayah Jakarta ke seluruh tujuan. Menurut Eva, nantinya hal tersebut akan diumumkan di stasiun-stasiun.

    Ia menjelaskan, jadwal kereta tambahan disediakan untuk melayani penumpang di jam sibuk, khususnya sore hari, setelah semakin banyak masyarakat yang beraktivitas. Namun, pintu stasiun akan tetap tutup pada pukul 18.00 WIB seperti aturan dalam PSBB DKI Jakarta yang masih berlaku.

    Eva mengatakan jadwal kereta tambahan merupakan salah satu kebijakan bertahap untuk menyesuaikan dengan PSBB masa transisi maupun akhir dari masa PSBB. PT KCI, kata dia, akan terus menerapkan protokol kesehatan bagi para penumpang yang hendak menggunakan transportasi kereta.

    Mulai 8 Juni nanti, PT KCI juga akan memberlakukan aturan tambahan, di mana pengguna dilarang berbicara secara langsung maupun dengan telepon selama berada di dalam Kereta Rel Listrik (KRL).

    Selain itu, balita untuk sementara waktu dilarang naik KRL, penumpang yang membawa barang untuk berdagang di tujuannya dapat menggunakan kereta keberangkatan pertama, serta pengguna lansia hanya dapat menggunakan KRL pada pukul 10.00-14.00 WIB.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan masa transisi mulai 5 Juni hingga waktu yang tidak ditentukan. Menurut dia, pemerintah DKI mempertimbangkan stabil atau tidaknya angka pasien Covid-19."Masa transisi dimulai besok sampai dengan selesai," kata Anies saat konferensi pers virtual, Kamis, 4 Juni 2020. "Bila stabil kami akhiri akhir Juni. Bila belum, maka kami perpanjang masa transisi."

    Stabilitas itu artinya tidak ada lagi lonjakan kasus Covid-19. Dia mengutarakan, transisi ini menjadi masa menuju pola hidup yang aman, sehat, dan produktif. Dengan begitu, Pemprov DKI mulai besok akan membuka kegiatan sosial dan ekonomi. Di sisi lain, Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Jakarta masih berlaku berbarengan masa transisi. Sebab, masih ada 66 rukun warga (RW) yang masuk zona merah corona di ibu kota.

    Anies menyebut, di fase pertama masa transisi ini akan ada pelonggaran hanya atas kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan efek risiko penularan virus dapat terkendali. "Dalam masa transisi ini kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap dan ada batasan yang harus ditaati," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setelah Wabah Virus Corona, Pemerintah Kini Waspadai Flu Babi

    Di tengah wabah virus corona, pemerintah Indonesia kini mewaspadai temuan strain baru flu babi. Flu itu pertama kali disinggung pada 29 Juni 2020.