Polisi Buru Perampok Minimarket Bersenjata Api di Hayam Wuruk

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukkan celurit yang digunakan perampok dalam sebuah perampokan minimarket. Tempo/Imam Hamdi

    Polisi menunjukkan celurit yang digunakan perampok dalam sebuah perampokan minimarket. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga pria perampok minimarket di Hayam Wuruk, Tamansari, kini menjadi target buruan Polres Jakarta Barat, Tiga perampok bersenjata api dan senjata tajam itu membawa kabur uang Rp 18 juta dalam perampokan Selasa pagi, 26 Mei 2020. 

    Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan hingga saat ini para pelaku perampokan minimarket itu belum tertangkap. “Tim gabungan Polres Jakarta Barat masih mengejar para pelaku,” ujar dia saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis, 4 Juni 2020. 

    Dalam keterangan tertulisnya, Arsya menjelaskan, kejadian itu berawal saat Tri Wahyuni dan Zulkifli, pegawai minimarket, membuka toko pada pukul 05.40. Sesaat setelah dibuka, dua orang pembeli masuk untuk membeli pulsa dan token listrik. 

    Sekitar pukul 06.09, dua orang pelaku perampokan masuk dan langsung menuju ke area kasir yang dijaga oleh Tri Wahyuni. Salah satu dari perampok minimarket itu menodongkan senjata api ke leher Tri dan menariknya ke lantai dua, tempat brankas berada.

    Zulkifli yang berada di lantai dua langsung ditodong celurit oleh pelaku lainnya. Kunci brankas yang dipegang oleh Zulkifli langsung dirampas.

    Uang hasil penjualan sebanyak Rp 18 juta berhasil diambil pelaku. Mereka langsung kabur menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang nomor polisinya belum diketahui.

    Para pelaku, kata Arsya, saat itu melaju ke arah Harmoni, Jakarta Pusat. 

    Rekaman CCTV perampokan minimarket itu viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan seorang pegawai wanita ditodong senjata api oleh seorang perampok minimarket. Dalam kejadian ini polisi telah memeriksa saksi, mengolah tempat kejadian perkara, serta menyita barang bukti berupa CCTV beserta rekamannya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.