PSBB Jakarta, 1.378 Warga Jakarta Utara Ikut Rapid Test Massal

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test. ANTARA

    Ilustrasi rapid test. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama PSBB Jakarta, sebanyak 1.378 warga di Jakarta Utara telah menjalani tes cepat atau rapid test Covid-19.

    Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Utara Yudi Dimyati mengatakan rapid test massal tersebut digelar di kampung permukiman padat penduduk. “Sudah enam kecamatan digelar tes cepat massal,” kata Yudi dalam keterangan tertulis di laman utara.jakarta.go.id pada Kamis, 4 Juni 2020. 

    Yudi mencontohkan, di Kecamatan Penjaringan, tes cepat massal itu dilakukan di Kampung Akuarium, Kelurahan Penjaringan. Di Kecamatan Pademangan, rapid test digelar di permukiman padat di Kampung Muka, Kampung Kerapu, Kampung Tongkol, dan Kampung Bandan. 

    Rapid test di Kecamatan Tanjung Priok difokuskan di Kelurahan Sunter Agung dan Warakas, sedangkan di Kecamatan Kelapa Gading, tes dilakukan di kelurahan Pegangsaan Dua. Adapun tes cepat massal di Kecamatan Koja dan Cilincing masing-masing dilakukan di Kelurahan Lagoa dan Kelurahan Semper Timur. 

    Pemerintah Kota Jakarta Utara menargetkan tes cepat tersebut akan kembali digelar di tiga kelurahan padat penduduk dari dua kecamatan berbeda, yaitu Kelurahan Tanjung Priok dan Sunter Jaya di Kecamatan Tanjung Priok, serta Kelurahan Pademangan Timur di Kecamatan Pademangan.

    “Tes cepat massal ini masih terus berlanjut. Hal ini sebagai bentuk penanganan Covid-19 di Jakarta Utara,” kata dia. 

    Hari ini, Gubernur Anies Baswedan menyampaikan perpanjangan status PSBB Jakarta mulai 5 Juni 2020 hingga akhir bulan nanti. Ia juga menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi menuju new normal. 

    Anies Baswedan mengatakan PSBB Jakarta sudah bisa dilonggarkan karena angka reproduksi virus corona di Jakarta dalam beberapa hari terakhir sudah menunjukkan angka 0,99. Sedangkan pada Maret lalu, angka reproduksi/tingkat penularan awal (R0) mencapai 4, artinya satu orang bisa menulari empat lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.