Jakarta Masuk Transisi, Anies Baswedan: Jangan Anggap Ini Selesai

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan. Instagram

    Anies Baswedan. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan Ibu Kota belum selesai menghadapi wabah Covid-19. Dia berujar perjuangan warga melewati masa pandemi ini berakhir ketika sudah memasuki kondisi Jakarta yang aman, sehat, dan produktif.

    "Jangan anggap Jakarta sudah selesai, belum, ini baru transisi," kata Anies saat konferensi pers virtual, Kamis, 4 Juni 2020.

    Meski begitu, dia menyampaikan, Jakarta telah memulai awal yang baik guna menekan angka penyebaran virus corona. Buktinya, tutur dia, nilai reproduksi virus di waktu t atau disebut Rt di Jakarta mencapai 1,09 pada 18 Mei 2020. Nilai itu terus menurun menjadi 1 pada 31 Mei. Kemudian sejak 1-3 Juni angkanya menjadi 0,9.

    Dari data itu, Anies menyimpulkan, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berlangsung sejak 10 April telah membuahkan hasil. Dia lantas memperpanjang PSBB Jakarta sekaligus masa transisi mulai 5 Juni hingga waktu yang tak ditetapkan.

    Menurut dia, PSBB sudah dapat dilonggarkan jika mengacu pada data tersebut. Di masa transisi fase 1 ini, pemerintah DKI mengizinkan operasional kegiatan sosial dan ekonomi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ini tak berlaku di 66 rukun warga (RW) yang masih berada di zona merah.

    "Perjuangan ini panjang. Dalam perjuangan ini seperti lari marathon, ini butuh strategi, butuh stamina untuk melewati masa pandemi ini," jelas dia.

    Pasien positif corona di Jakarta terus bertambah setiap hari. Pada 26 Mei hingga 2 Juni penambahannya rata-rata 100 orang per hari. Namun, Dinas Kesehatan DKI mencatat angka kenaikan di 3 Juni hanya 83 kasus, sehingga total 7.539 pasien positif. Sementara hari ini, ada 62 kasus baru, sehingga pasien positif corona mencapai 7.601 orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.