Salat Jumat di Menteng Dalam, Jemaah Tumpah ke Jalan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melaksanakan Salat Jumat di jalan atau di luar Masjid Umar Ibnu Abdul Aziz, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2020. Foto: Antara

    Warga melaksanakan Salat Jumat di jalan atau di luar Masjid Umar Ibnu Abdul Aziz, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2020. Foto: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan Salat Jumat perdana di masa PSBB transisi di Masjid Umar Ibnu Abdul Aziz, RT 05 RW 012 Kelurahan Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2020 disambut antusias masyarakat. Bahkan jemaah sampai membludak hingga ke jalanan dan harus menahan terik matahari.

    Kapasitas masjid menjadi terbatas karena pengurus memberlakukan protokol kesehatan dengan membatasi jarak fisik jemaah. Setiap lantai masjid di pasang lakban sebagai tanda tempat salat. Untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang datang, pengurus membersihkan jalan di luar masjid dan memasang tanda sebagai tempat salat untuk jamaah.

    Namun jumlah yang datang melebihi ekspektasi sehingga jemaah Salat Jumat membentuk shaf memanjang hingga 100 meter. "Di luar prediksi. Saya mengira enggak terlalu banyak, tapi shaf di jalan lebih kurang 100 meter panjangnya," kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Umar Ibnu Abdul Aziz, Heru Setiawan Putra.

    Menurut Heru, jemaah yang datang bukan hanya warga setempat, tapi juga para pekerja yang ada di sekitar masjid seperti Kota Kasablanka (Kokas), Gedung Wisma Staco, dan Hotel wyndham. Demi mengakomodasi jemaah yang datang, Heru yang tidak kebagian tempat salat di dalam masjid terpaksa ikut bergabung di jalan selebar empat meter yang ada di luar masjid.

    "Walau belum banyak kantor yang buka, sepertinya kaum muslimin sangat merindukan suasana ibadah Salat Jumat walau di jalanan dan panas-panasan," kata Heru. Menurut Heru, sudah 12 kali pengurus masjid tidak menggelar Salat Jumat sesuai anjuran dari pemerintah.

    Kini pengurus kembali membuka masjid untuk Salat Jumat dengan memberlakukan protokol Covid-19 yang ketat. Setiap jemaah yang datang diukur suhu tubuhnya. Lalu diwajibkan memakai masker, membawa sajadah sendiri, menjaga jarak, dan tidak bersalaman.

    Pengurus masjid juga menyediakan koran bekas untuk alasan sajadah bagi jemaah yang ada di jalan. "Kami bahkan menggunakan dua thermo gun untuk mengukur suhu tubuh jamaah yang datang," kata Heru.

    Sebelum ibadah Salat Jumat dimulai, pengurus telah melakukan gotong royong membersihkan masjid hingga penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan hingga tempat wudhu. Penyemprotan juga dilakukan di jalanan di luar masjid. Seluruh jamaah baik yang sudah berwudhu dan belum diwajibkan untuk mencuci tangan pakai sabun. "Kami juga membagikan kantong plastik untuk tempat penyimpanan alas kaki para jemaah," kata Heru.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.