Banjir Rob Landa Kampung Dadap, Bupati Tangerang: Pada Bandel Sih

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mendorong motornya yang mogok melintasi banjir rob di Kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, 5 Juni 2020. Diperkirakan pontensi rob terjadi hingga Sabtu 6 Juni 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga mendorong motornya yang mogok melintasi banjir rob di Kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, 5 Juni 2020. Diperkirakan pontensi rob terjadi hingga Sabtu 6 Juni 2020. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Tangerang -Banjir rob melanda perkampungan nelayan Dadap di Kelurahan Kosambi Baru, Kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang sejak Rabu 3 Juni hingga hari ini Jumat 5 Juni 2020.

    Sebanyak 500 Kepala Keluarga dan 2000 jiwa yang tersebar di 5 RW dan 12 RT tergenang banjir rob. Warga Dadap meminta bantuan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang.

    Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar prihatin sekaligus menyesalkan warga Kampung Dadap masih harus berjibaku dengan banjir rob.

    "Bandel sih pada. Kalo dulu nurut mau dirapihin, gak kaya begini melulu (kena banjir rob)," ujar Bupati Zaki kepada Tempo, Jumat 5 Juni 2020.

    Kampung Nelayan Dadap, Kosambi merupakan program penataan kampung kumuh yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang sejak 2013. Di lokasi pesisir tersebut akan dibangun rumah susun sewa, kampung deret untuk nelayan, ruang terbuka hijau, Islamic Boarding School, dan Masjid Agung. Biaya pembangunan fisik penataan Dadap sepenuhnya ditanggung APBN dan APBD dengan anggaran sekitar Rp 175 miliar.

    PENGGUSURAN-KAMPUNG-DADAP

    Sebagai langkah awal penataan, pemerintah Kabupaten Tangerang telah menutup lokalisasi Dadap pada 2014. Namun kelanjutan pembangunannya terhambat.

    Pada 2015, eksekusi lahan mendapat perlawanan dari warga Dadap. Kasus ini berujung pada laporan ke Komnas HAM dan Ombudsman. Dan hingga kini proyek tersebut tidak berjalan.

    Padahal, kata Zaki, dulu anggaran APBN sebesar Rp 125 miliar dan APBD Rp 50 miliar sudah disiapkan untuk penataan Dadap dengan target pembangunan 2016-2019 selesai. "Itu Dadap sekarang udah bagus, kalo mau pada nurut. Udah pada tinggal di rusun, pake air PDAM, ga banjir, ga bocor dan sehat," katanya.

    Zaki mengakui wilayah pesisir Kabupaten Tangerang cukup rawan rob. Seperti du Desa Kohod, kecamatan Pakuhaji. Namun, rob di kampung ini tidak begitu parah seperti di Dadap. " Bandingin sama desa Kohod yang sudah ditata dengan program kampung Oase. Yang terdampak sudah sedikit karena sudah banyak penataan kawasan. Dan jauh lebih sedikit dampak banjirnya dari pada sebelum ditata," kata Zaki.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.