Tabrak Lari di BKT, Enam Penumpang Vespa Modifikasi Jadi Korban

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Tabrak Lari. pictogram-illustration.com

    Ilustrasi Tabrak Lari. pictogram-illustration.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak enam penumpang motor Vespa modifikasi menjadi korban tabrak lari di kawasan Kanal Banjir Timur (BKT) Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Minggu dinihari. Satu di antaranya tewas tertabrak akibat luka di kepala. 

    "Satu dari enam penumpang Vespa tewas di tempat, lima lainnya luka serius," kata Kanit Laka Lantas Polrestro Jakarta Timur AKP Agus Suparyanto di Jakarta, Minggu 7 Juni 2020.

    Kecelakaan yang berlangsung sekitar pukul 02.00 itu melibatkan kendaraan sedan Hyundai dan konvoi Vespa yang dimodifikasi tanpa nomor polisi.

    Kronologi tabrak lari itu berawal saat kendaraan pengendara mobil sedan yang belum diketahui identitasnya datang dari arah timur ke arah barat melalui Jalan Basuki Rahmat. 

    Saat sampai di seberang Bumi Pospera Car Wash, mobil sedan Hyundai itu hilang kendali dan menabrak dua motor Vespa yang dimodifikasi dan berpenumpang enam orang. Akibat tabrakan itu, dua motor Vespa modifikasi itu terguling.

    "Kedua pengendara dan penumpangnya terpental di badan jalan hingga luka berat dan satu meninggal di TKP (tempat kejadian perkara)," katanya.

    Menurut Agus, saksi di lokasi kejadian menyebutkan pengemudi kendaraan sedan langsung kabur usai tabrakan terjadi.

    Korban kecelakaan tabrak lari itu, di antaranya Ilham Ramdhani (20) mengalami luka pada bagian tangan kiri patah dan kaki lecet. Fauzi (13) mengalami luka di bagian kaki dan tangan lecet, Salsa Bilatiur (13) luka lecet di kaki, Abdul Aziz (14) luka di bagian dahi, dan Muhammad Rizky (18) luka bagian kaki.

    "Korban meninggal atas nama Rafly Maulana (18) mengalami luka bagian kepala," katanya.

    Korban tabrak lari di dekat Kali BKT itu adalah warga Jakarta Timur yang sedang melakukan konvoi kendaraan di sekitar Pasar Malam BKT. "Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan RUU Perlindungan Data Pribadi

    Pembahasan RUU Perlindugan Data Pribadi sedianya sudah berjalan sejak tahun 2019. Namun sampai awal Juli 2020, pembahasan belum kunjung berakhir.