Kemarin, Volume Kendaraan Bermotor Menurun Hingga 70 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Ahad, 7 Juni 2020. Memasuki PSBB masa transisi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pembatasan kendaraan dengan rekayasa ganjil - genap untuk sepeda motor dan mobil. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Ahad, 7 Juni 2020. Memasuki PSBB masa transisi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pembatasan kendaraan dengan rekayasa ganjil - genap untuk sepeda motor dan mobil. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Volume kendaraan bermotor di beberapa ruas jalan di Jakarta tercatat mengalami penurunan hingga 70 persen pada Selasa, 9 Juni 2020. Jumlah ini merupakan hasil perbandingan dengan hari yang sama pada pekan sebelumnya, yaitu saat PSBB masih berlangsung.

    "Perbandingan volume ranmor tanggal 2 Juni 2020 dan tanggal 9 Juni 2020, arah selatan ke utara di Ratu Plaza pada Selasa, 2 Juni ada 39.039 kendaraan. Lalu pada Selasa, 9 Juni menjadi 13.685. Jadi Turun 64,9 persen," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Juni 2020.

    Selain itu, penurunan volume kendaraan di kawasan Sarinah Thamrin juga mengalami penurunan. Fahri menjabarkan, pada Selasa pekan lalu, jumlah kendaraan di sana terpantau 18.259. Namun pada Selasa kemarin jumlahnya menjadi 4.768 atau turun 73,9 persen.

    Mengenai penyebab volume kendaraan yang turun, Fahri mengatakan ada kemungkinan masyarakat mulai beralih dari kendaraan pribadi. "Ada kemungkinan masyarakat kembali memilih moda transportasi umum," kata dia.

    Pada Selasa, beberapa kantor di Jakarta mulai kembali buka seiring dengan penetapan PSBB Transisi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan beberapa sektor perekonomian seperti perkantoran, pertokoan, dan industri dapat beroperasi kembali mulai 8 Juni 2020.

    Meskipun kembali dibuka, Anies mengingatkan agar masyarakat tak menganggap bahwa Jakarta sudah aman sebab potensi penularan Covid-19 masih ada. "Bila kita tidak disiplin, bila tidak mentaati protokol kesehatan, makan bisa dengan mudah dan bisa dengan cepat, kondisi seperti bulan Maret dan April berulang di Jakarta. Kita tak ingin kembali ke belakang," kata dia.

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengajak seluruh warga DKI Jakarta untuk saling bantu mengawasi dan mengingatkan tentang Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2020. Peraturan itu mengatur tentang ketentuan yang harus ditaati, termasuk mengatur sanksi bila melanggar.

    Anies pun mengingatkan kembali bahwa saat ini Jakarta masih dalam masa PSBB transisi. Ia meminta seluruh warga bertanggung jawab, disiplin dan menaati prinsip hidup sehat dan aman


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.