Panti Pijat di Bekasi Boleh Beroperasi, Terapis Wajib Rapid Test

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas dari Mobile Spa saat melakukan pijatan dan proses hot stone (Pijat Batu Panas) kepada seorang konsumen di Jakarta, (19/1). Layanan spa keliling ini dapat melayani sejumlah konsumen yang berada di daerah Jakarta. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Seorang petugas dari Mobile Spa saat melakukan pijatan dan proses hot stone (Pijat Batu Panas) kepada seorang konsumen di Jakarta, (19/1). Layanan spa keliling ini dapat melayani sejumlah konsumen yang berada di daerah Jakarta. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan ada syarat ketat bagi panti pijat dan spa yang kembali beroperasi pada masa PSBB Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi mengizinkan panti pijat dan spa dibuka lagi setelah sempat ditutup selama dua bulan lebih akibat pandemi COVID-19.

    "Sudah diizinkan, dalam adaptasi, syaratnya protokol kesehatan ketat," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Rabu 10 Juni 2020.

    Pemerintah meminta pengusaha pusat kebugaran itu untuk membatasi jumlah pengunjung dan para terapis diwajibkan mengikuti uji cepat atau rapid test. 

    "Baik pengunjung maupun karyawannya juga wajib memakai masker semua," ucapnya.

    ADVERTISEMENT

    Rahmat mengungkapkan pemberian izin operasional bagi panti pijat bertujuan untuk memulihkan kembali perekonomian. "Kita ini ingin kehidupan ekonomi kembali normal, ada tenaga kerja yang bekerja, terus juga ada pendapatan dari sektor pajak yang tentunya untuk menopang pembangunan," kata dia.

    Menurut Wali Kota Bekasi itu, penanganan kasus Covid-19 juga meliputi penanganan dampak sosial dan ekonomi yang dialami warga, pemulihan ekonomi juga harus dilakukan guna menekan angka pengangguran maupun pemutusan hubungan kerja. "Sekarang sudah waktunya kita melakukan pelonggaran," katanya.

    Rahmat Effendi mengaku telah menyiapkan langkah penanganan jika mendapati temuan kasus baru selama adaptasi menuju normal baru dengan menyiagakan sarana dan fasilitas kesehatan yang dimiliki.

    "Kita punya swab, rapid, rumah sakit juga telah siap semua. Kalau kita urus ini saja, ekonomi tidak dibangun. Harus ada keberanian, kita bangun ekonominya," kata Rahmat.

    Selain mengizinkan panti pijat dan spa dibuka lagi, selama fase adaptasi menuju new normal, Pemerintah Kota Bekasi juga telah membuka kembali operasional sejumlah gerai di mal, tempat hiburan, hingga objek wisata.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.