Kata PD Pasar Jaya Soal Puluhan Pedagang Pasar Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aktivitas jual-beli di PD Pasar Jaya Pasar Minggu di tengah mewabahnya virus corona, di Jakarta, Senin, 30 Maret 2020. Lewat akun Instagramnya, PD Pasar Jaya mengumumkan sejumlah nomor ponsel pedagang dan jenis dagangannya yang dapat dihubungi langsung oleh konsumen. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Suasana aktivitas jual-beli di PD Pasar Jaya Pasar Minggu di tengah mewabahnya virus corona, di Jakarta, Senin, 30 Maret 2020. Lewat akun Instagramnya, PD Pasar Jaya mengumumkan sejumlah nomor ponsel pedagang dan jenis dagangannya yang dapat dihubungi langsung oleh konsumen. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan pemerintah telah melakukan pemeriksaan potensi positif Covid-19 di 19 pasar tradisional.

    Dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan 51 pedagang di enam pasar terinfeksi Corona atau positif Covid-19.

    "Ada hasil pemeriksaan yang masih ditunggu," kata Arief melalui konferensi pers secara daring, Kamis, 11 Juni 2020.

    Salah satu pasar yang ditemukan banyak kasus positif Covid-19 berada di Pasar Klender, Jakarta Timur. Di pasar tersebut terdeteksi 20 pedagang positif terinfeksi virus corona. "Untuk pedagang yang terpapar Covid-19 kalau OTG Isolasi mandiri, kalau dengan gejala mau gak mau dirawat di rumah sakit

    Menurut dia, di tengah wabah ini para pedagang memang terhimpit dua persoalan, yakni kesehatan dan ekonomi. Mereka mau tidak mau harus tetap berjualan meski potensi penularan selalu mengintai.

    Untuk mengantisipasi penularan ini, pemerintah menerapkan protokol kesehatan dan melakukan pemeriksaan ke pasar trandisional. "Harapan kami ketika ditemukan, action yang kami lakukan pertama adalah menutup pasar itu selama tiga hari jika ditemukan kasus penularan virus."

    Sebelum konferensi pers daring dimulai, Arief mengungkap pemerintah hanya berencana menutup pasar selama sehari untuk dilakukan penyemprotan. "Kalau satu hari di awal berpikirnya takut virusnya gak mati, jadi kami sterilisasi tiga hari tutup setelahnya baru beroperasi lagi."

    Pemerintah pun bakal menyemprot disinfektan secara rutin di seluruh pasar tradisional. Penyemprotan dilakukan minimal dua pekan sekali. Selain itu, pemerintah telah menerapkan protokol Covid-19 di pasar trandisional.

    Pertama, seluruh pedagang dan pembeli menggunakan masker. Kedua, pedagang dibekali dengan face shield untuk mencegah penularan dari droplet. "Jadi, ada protektor yang kemudian berkomunikasi, berinteraksi dengan baik kepada konsumennya."

    Pemerintah juga mengatur agar alur pembeli datang dari satu arah. Jadi, pemerintah bakal menyiapkan sayu pintu khusus untuk masuk dan keluar. "Jadi jalurnya searah dan tidak berhadapan," ucapnya.

    Berikut 19 pasar tradisional yang telah melakukan tes Covid-19 :

    1. Pasar Lontar
    2. Pasar Gondangdia
    3. Pasar Petojo Enclek
    4. Pasar Serdang
    5. Pasae Rawasari
    6. Pasar Tomang Barat
    7. Pasar Slipi
    8. Pasar Cijantung
    9. Pasar Ciracas
    10. Pasar Palmeriam
    11. Pasar Perumnas Klender
    12. Pasar Pesanggrahan
    13. Pasar Kebayoran Lama
    14. Pasar Pondok Labu
    15. Pasar Warung Buncit
    16. Pasar Minggu
    17. Pasar Lenteng Agung
    18. Pasar Kelapa Gading
    19. UPB Induk Kramat Jati


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.