Mal Jakarta Dibuka Hari Ini, Nasdem DKI: Jangan Jadi Klaster Baru

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan mencoba tombol lift dengan sensor tanpa sentuh di Mal Central Park, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, sejumlah pusat perbelanjaan juga menyediakan fasilitas pendukung 'physical distancing', seperti mesin pembersih tangan otomatis, mesin penjual masker, alat pendeteksi suhu, dan stiker tanda jaga jarak sebagai persiapan operasional di era normal baru. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Karyawan mencoba tombol lift dengan sensor tanpa sentuh di Mal Central Park, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020. Selain menerapkan protokol kesehatan ketat, sejumlah pusat perbelanjaan juga menyediakan fasilitas pendukung 'physical distancing', seperti mesin pembersih tangan otomatis, mesin penjual masker, alat pendeteksi suhu, dan stiker tanda jaga jarak sebagai persiapan operasional di era normal baru. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, JakartaMal Jakarta dibuka hari ini. Sebanyak 80 pusat perbelanjaan di Ibu Kota sudah siap menyambut pembukaan lagi setelah ditutup sejak dua bulan lalu.

    Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI untuk mengawasi dengan ketat pembukaan mal pada masa transisi new normal, hari ini, 15 Juni 2020.

    “Harus diantisipasi lonjakan pengunjung mal. Ada semacam euforia warga Ibu Kota untuk mengunjungi mal yang ditutup sejak pembatasan sosial berskala besar diberlakukan di Jakarta,” kata Wibi melalui keterangan tertulisnya, Senin, 15 Juni 2020.

    Menurut dia, jangan sampai pembukaan mal di Jakarta justru menambah jumlah kasus Covid-19 di ibu kota. Apalagi, pembukaan kembali pasar tradisional di Ibu Kota telah menjelma menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. "Ini harus menjadi pelajaran. "

    Wibi meminta pengelola mal mesti maksimal dalam menjaga keamanan pengunjung dari ancaman virus corona. Penerapan protokol kesehatan new normal, seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan separuh kapasitas harus disiplin dijalankan.

    “Konsistensi penerapan protokol kesehatan itu tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuat regulasi dan harus memastikan regulasi itu berjalan tegak lurus. Jangan dibuat untuk dilanggar,” jelasnya.

    Wibi mendorong Pemprov DKI menindak tegas jika masih ada mal yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat harus memahami jika pembukaan mal di Jakarta bukan karena Covid-19 sudah bisa diatasi.

    “Jangan ragu-ragu untuk menutup kembali. Pemprov tidak boleh tunduk kepada pengusaha mal nakal,” ucapnya.

    Wibi juga meminta fasilitas dan tenaga kesehatan turut diperhatikan dalam menghadapi masa PSBB Transisi di ibu kota. Hal tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan jika ada peningkatan kasus positif di Jakarta. "Pemerintah harus mengantisipasi pembukaan mal di masa transisi ini."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Megawati Bergelimang Gelar Doktor Honoris Causa walau Tak Tamat Kuliah

    Megawati akan menerima gelar kehormatan dari Universitas Pertahanan. Gelar itu akan melengkapi koleksi gelar Doktor Honoris Causa yang ia terima.