Mal Jakarta Dibuka, Pengunjung Grand Indonesia Masih Sepi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pusat perbelanjaan di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Penutupan sebagian pusat perbelanjaan dilakukan agar pekerjanya dapat berdiam di rumah dan mengurangi mobilisasi warga. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Suasana pusat perbelanjaan di Grand Indonesia, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. Penutupan sebagian pusat perbelanjaan dilakukan agar pekerjanya dapat berdiam di rumah dan mengurangi mobilisasi warga. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari pertama mal Jakarta dibuka, terlihat masih sepi pengunjung pada Senin, 15 Juni 2020. Salah satunya yang terlihat di Mal Grand Indonesia.

    Pembukaan pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat, itu belum menarik minat pengunjung. Pantauan Tempo, hanya terlihat beberapa pemuda yang masuk ke mal tersebut.

    Seorang penjaga gerai di sana, mengatakan pengunjung mal memang terlihat masih sangat sepi hingga pukul 12.00 "Bahkan, sejak dibuka baru ada satu pengunjung yang melihat-lihat," kata perempuan yang tidak mau menyebutkan namanya itu saat ditemui.

    Menurut dia, masih sepinya pengunjung karena mal baru dibuka dan sebagian masyarakat masih khawatir keluar rumah. "Mungkin ramainya nanti pas akhir pekan."

    ADVERTISEMENT

    Ia mengatakan pengelola dan pemilik tenant-tenant di dalam mal Grand Indonesia telah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat untuk mencegah penularan virus corona. Setiap penjaga toko diwajibkan menggunakan masker dan pelindung wajah.

    "Di setiap tempat yang kami jaga juga disediakan hand sanitizer untuk pegawai dan pengunjung," ujarnya.

    Meski protokol kesehatan telah diterapkan, rasa khawatir masih kerap bergelayut. Sebab, menurut dia, penularan wabah belum mereda.

    "Masih suka khawatir juga kalau kondisinya masih seperti ini. Tapi mau gimana lagi. Kan kemarin sudah lama juga dirumahkan," ucap perempuan yang telah tiga tahun bekerja di toko tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?