Anak Hilang di Bogor, Diduga Tenggelam di Kali Cikeas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR mencari Yuliana, pemuda yang tenggelam saat kali Cikeas meluap di Bojong Kulur, Bogor, Rabu (16/1). Tempo/Rully Kesuma

    Tim SAR mencari Yuliana, pemuda yang tenggelam saat kali Cikeas meluap di Bojong Kulur, Bogor, Rabu (16/1). Tempo/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang bocah berusia 7 tahun, Ricky dilaporkan sebagai anak hilang sejak Senin pagi. Warga Desa Cikeas Udik Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, itu diduga tenggelam di Kali Cikeas setelah upaya pencarian ke daerah sekitar rumahnya tak membuahkan hasil.

    "Kami masih melakukan pencarian di sekitaran sungai," kata Sekretaris Desa Cikeas Udik, Imam Artha Kusuma saat dihubungi ANTARA di Bogor, Senin, 22 Juni 2020.

    Kabar anak hilang ini membuat geger warga Kampung Kadupugur Desa Cikeas Udik. Warga bersama pemerintah setempat melakukan pencarian di sekitaran Kali Cikeas yang menjadi perbatasan Kabupaten Bogor dengan Bekasi itu.

    Bocah tersebut dilaporkan hilang sejak Senin pagi, tapi hingga petang warga dan petugas melakukan pencarian, belum menemukan jejaknya. "Kami mencari juga di tiap-tiap wilayah. Tidak terfokus di satu titik saja (sungai)," kata Imam.

    Kendala pencarian anak hilang tersebut, karena tidak ada satu pun saksi mata yang memastikan bahwa Ricky tenggelam di aliran Sungai Cikeas.

    Imam mengatakan, ini bukan kali pertama bocah bernama Ricky ini hilang. Beberapa waktu lalu, anak itu juga sempat menghilang tapi bisa ditemukan.

    "Tetapi sekarang lebih lama hilangnya. Kalau dulu sempat juga tetapi pulang ke rumah," ujarnya.

    Kapolsek Gunungputri AKP Andriyanto menyebutkan bahwa proses pencarian anak hilang tersebut berlanjut hingga malam hari. Ia berharap Ricky segera ditemukan dalam kondisi selamat. "Masih dalam proses pencarian, masih berlanjut," kata Andriyanto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.