Sekolah Belum Buka, Begini Nasib Pedagang Perlengkapan Pendidikan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kegiatan belajar mengajar Sekolah Dasar (SD). (Foto: Dok. Kemdikbud)

    Ilustrasi kegiatan belajar mengajar Sekolah Dasar (SD). (Foto: Dok. Kemdikbud)

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum dibukanya aktivitas pendidikan di sekolah oleh Pemerintah, berimbas pada pedagang alat kelengkapan sekolah. Azharudin, 36 tahun, seorang pedagang alat kelengkapan sekolah di Pasar Bogor hanya duduk melihat lalu lalang orang di pasar.

    Azhar mengatakan sejak awal Juni dia membuka toko, jumlah pengunjung yang datang bisa dihitung jari. "Tahun-tahun sebelumnya, biasanya saya repot melayani pembeli. Sekarang mah, sehari ada satu pembeli aja udah syukur," kata Azhar di tokonya, Kota Bogor, Selasa 23 Juni 2020.

    Azhar mengatakan, sampai saat ini pendapatan dari usahanya anjlok hingga 80-90 persen. Azhar menyebut beberapa rekannya yang berjualan alat sekolah, sebagian ada yang memilih tutup dan sebagian beralih berjualan yang lain seperti perabot rumah atau pakaian biasa.

    Pemerintah belum membuka aktivitas sekolah hingga tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2020. Siswa akan belajar secara daring dari rumah.

    Pemerintah melarang pembukaan sekolah untuk memutus mata rantai Covid-19 terutama di kalangan anak-anak.

    "Dulu mah jelang masuk tahun ajaran baru, ibu-ibu ke pasar tuh buat beli buku," kata Azhar.

    Begitu pun dengan Maulana, 42 tahun, pedagang kelengkapan pakaian sekolah. Maulana mengatakan saat ini membuka toko memang berharap pembeli yang mampir, meski kemungkinan itu kecil. Namun meski pun tidak ada, dia berserah dan berharap ada keajaiban yang akan datang.

    "Infonya kan sampai Januari baru sekolah buka. Ini mah kita ikhtiar aja di pasar, siapa tahu ada yang mampir," kata Maulana.

    Maulana mengatakan puluhan kodi pakaian atau seragam sekolah dan juga sepatu sekolah, masih menumpuk di gudang rumahnya. Sedangkan penumpukan pun masih terlihat di tokonya. Maulana berharap pemerintah segera membuka kembali aktivitas sekolah, karena selain ingin usahanya kembali hidup, juga dia bisa melihat putranya masuk sekolah.

    "Anak saya tahun ini masuk SD, saya udah gak sabar dia pake seragam merah putih yang selalu ditanyain ke mamanya kapan seragam itu bisa dipakai," kata Maulana yang mengaku selalu ditanya anaknya kapan masuk sekolah.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fachrudin, mengatakan hingga saat ini belum ada rencana untuk membuka kegiatan sekolah secara bertatap muka. Sebab, menurut Fachrudin, resikonya akan tinggi jika sekolah dibuka terburu-buru. Namun Fachrudin mengatakan saat ini pendaftaran sudah dibuka melalui online. "Belum saatnya buka sekolah. Saat ini masih mengandalkan pembelajaran via online saja," kata Fahrudin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.