Anies Baswedan Namai 2 Bayi yang Lahir saat Ulang Tahun Jakarta

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 ASN sebagai petugas pengawas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 ASN sebagai petugas pengawas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan nama dua anak yang lahir bertepatan dengan ulang tahun Jakarta yang ke-493 pada 22 Juni 2020. Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Syarif mengatakan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu memberikan nama saat diundang menghadiri Hari Bidan Indonesia di Aula Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu, 24 Juni 2020.

    "Dua bayi yang diberi nama berjenis kelamin laki-laki dan perempuan," kata Syarif saat dihubungi, Rabu, 24 Juni 2020. Bayi laki-laki dari pasangan Roheti dan Dani diberi tambahan nama Fatahilah.

    Awalnya bayi yang lahir dengan berat 2,9 kg itu diberi nama orang tuanya Mohammad Gibran. "Sekarang jadi Mohammad Gibran Fatahilah," tutur Syarif. 

    Sedangkan bayi kedua yang diberi nama lahir dari pasangan Erna Priatna dan Pamungkas. Anies Baswedan memberi nama lengkap bayi perempuan itu Amirah Nur Ayu. "Dengan nama itu Anies berharap kelak pria menjadi seorang pahlawan dan yang wanita menjadi anak yang menjadi cahaya keluarganya," ujar Syarif.

    Syarif menuturkan sengaja mengundang Anies dalam perayaan Hari Bidan agar pemerintah lebih memperhatikan kelahiran di tengah wabah corona. Sebab, setiap hari ada 500 anak yang lahir di DKI Jakarta. Pemerintah, kata dia, harus meredam narasi kematian saat situasi pandemi sekarang ini.

    "Mereka adalah bayi-bayi yang dilahirkan di tengah narasi horor Covid-19. Padahal, narasi kehidupan lebih penting dibicarakan ketimbang narasi kematian. Sebab, yang lahir saat pandemi adalah anak yang tangguh," kata Syarif. 

    Dalam kesempatan ini, Syarif memberikan bantuan satu set alat pelindung diri kepada 60 bidan. Alat pelindung yang diberikan berupa baju pelindung, masker, sarung tangan, dan face shield atau pelindung wajah. "Karena bidan juga salah satu petugas kesehatan yang berjasa selama pandemi ini," tuturnya. 

    IMAM HAMDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.