Wagub DKI: 106 Pedagang Positif Covid-19, Separuhnya Sembuh

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis melakukan tes swab kepada pedagang di Pasar Thomas Cideng, Jakarta, Rabu 17 Juni 2020. Tes swab masal terhadap para pedagang pasar ini diselenggarakan oleh Puskesmas Kecamatan Gambir untuk mendeteksi penyebaran virus corona di lingkungan pasar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas medis melakukan tes swab kepada pedagang di Pasar Thomas Cideng, Jakarta, Rabu 17 Juni 2020. Tes swab masal terhadap para pedagang pasar ini diselenggarakan oleh Puskesmas Kecamatan Gambir untuk mendeteksi penyebaran virus corona di lingkungan pasar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan jumlah pedagang di pasar tradisional yang positif Covid-19 saat ini mencapai 106 orang. Menurut dia, separuhnya dinyatakan sudah sembuh.

    "106 pedagang positif Covid-19 dari 5.664 pedagang. Lebih 50 persen dari 106 yang positif tersebut dinyatakan sembuh," tulis Riza di akun Twitternya, Kamis 25 Juni 2020.

    Riza mengatakan jumlah pedagang yang positif Covid-19 hanya sekitar dua persen dari jumlah 5.664 pedagang. Dia meminta agar pedagang dan warga yang ke pasar tradisional untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Riza menambahkan hingga saat ini Pemerintah DKI telah melakukan tes swab Covid-19 di 59 pasar tradisional dari total 153 pasar. Hasilnya, kata dia, 18 pasar ditemukan ada pedagang yang positif Covid-19 dan satu pasar negatif. Sedangkan 30 pasar saat ini tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

    Dari hasil sidak Wagub DKI ke sejumlah pasar tradisional untuk memeriksa penerapan protokol kesehatan, saat ini pedagang dan petugas pengelola pasar sudah menerapkan protokol dengan baik. "Saya ke pasar Pramuka, protokol kesehatan sudah dikerjakan dengan baik. Jadi jangan sampai pasar menjadi klaster baru dari penularan Covid-19," ujar Riza.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.