Besok, KCI Uji Coba Informasi Antrean via Media Sosial

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang KRL Commuter Line antre menunggu kedatangan kereta di Stasiun Depok Lama, Depok, Jawa Barat, Selasa, 14 April 2020. Antrean tersebut dampak dari kebijakan pembatasan jumlah penumpang di setiap rangkaian kereta dalam rangka percepatan penanganan pandemi COVID-19. ANTARA

    Calon penumpang KRL Commuter Line antre menunggu kedatangan kereta di Stasiun Depok Lama, Depok, Jawa Barat, Selasa, 14 April 2020. Antrean tersebut dampak dari kebijakan pembatasan jumlah penumpang di setiap rangkaian kereta dalam rangka percepatan penanganan pandemi COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI menguji coba sistem informasi antrean melalui media sosial mulai Senin, 29 Juni 2020. Sistem informasi antrean dibuat untuk mengantisipasi dan meningkatkan layanan menghadapi new normal atau kenormalan baru.

    "Dengan adanya informasi mengenai antrean, pengguna diharapkan dapat mengatur kembali waktu perjalanannya di tengah tren jumlah pengguna KRL yang terus bertambah," kata juru bicara PT KCI Sylviane Purba melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 28 Juni 2020.

    Sistem baru ini memberikan informasi zona atau titik dimulainya antrean di Stasiun Bogor. Informasi ini akan diperbaharui selama jam sibuk pada pagi hari melalui halaman utama di aplikasi KRL Acccess dan Twitter serta Instagram @commuterline.

    Para pengguna KRL diharapkan dapat mengikuti informasi ini sebelum menuju ke stasiun sehingga dapat memutuskan waktu keberangkatannya maupun memilih moda transportasi lain. Informasi antrean di Stasiun Bogor ini merupakan tahap awal dan akan dilengkapi dengan stasiun - stasiun lain yang menjadi titik pemberangkatan pengguna KRL.

    "Kondisi antrean di Stasiun Bogor juga dapat menjadi indikator kondisi antrean di Stasiun lain terutama Stasiun Cilebut hingga Citayam," ucapnya.

    Antrean di Stasiun Bogor diatur dalam sejumlah zona. Zona terluar berada pada saat pengguna masuk area parkir stasiun. Seluruh zona antrean telah ditandai dengan marka dan petugas akan mengatur agar para pengguna KRL tetap menjaga jarak saat mengante.

    PT KCI juga telah menyiapkan tiga unit loket tambahan portabel di area parkir stasiun untuk pengguna yang hendak menggunakan Tiket Harian Berjaminan (THB). Sementara bagi pengguna Kartu Multi Trip (KMT), sebelum masuk antrean pastikan saldo KMT atau kartu uang elektronik bank masih mencukupi.

    Dari data yang ada, volume pengguna KRL trennya semakin meningkat sejak masa transisi normal baru. Catatan volume terbesar pengguna KRL biasa terjadi setiap hari Senin. Pada Senin 8 Juni tercatat jumlah pengguna KRL 300.029. Kemudian pada 15 Juni jumlah pengguna KRL mencapai 342.436. Dan pada Senin lalu 22 Juni jumlahnya mencapai 356.215.

    PT KCI memprediksi jumlah pengguna akan semakin meningkat pada Senin esok, dan pengguna akan memerlukan waktu yang lebih lama dalam mengikuti antrean penyekatan pengguna menuju ke peron stasiun.

    Antrean juga akan semakin panjang bila para pelaku usaha, instansi dan kantor belum memberlakukan sistem jam bertahap atau shift bagi para pegawainya. Dalam beberapa pekan terakhir pentingnya pengaturan jam kerja ini juga telah berulang kali disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 nasional melalui Surat Edaran Gugus Tugas nomor 8 tahun 2020.

    "Para pengguna wajib menggunakan masker dan mengikuti pengukuran suhu tubuh saat akan memasuki area stasiun," ujarnya.

    Selain itu, para pengguna diimbau memanfaatkan fasilitas wastafel tambahan yang tersedia untuk cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sebelum maupun sesudah naik KRL. Pengguna KRL juga sangat disarankan menggunakan pakaian lengan panjang dan jaket.

    Sebagai operator PT KCI juga telah menerapkan protokol kesehatan di stasiun maupun kereta. KRL dibersihkan secara berkala dengan cairan disinfektan baik seusai beroperasi maupun saat operasi yang dikerjakan oleh tim kebersihan kereta.

    Di kereta maupun stasiun, berbagai titik yang sering disentuh oleh pengguna antara lain pegangan tangan, pegangan tangga, dan pintu gerbang elektronik rutin dibersihkan. "Di seluruh rangkaian kereta dan stasiun juga telah tersedia marka antrean sebagai pedoman menjaga jarak," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.