Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Bogor Bertambah 4

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor memberikan keterangan soal perpanjangan PSBB transisi, usai memimpin rapat evaluasi PSBB di Balai Kota Bogor, Kamis (4/6/2020). (ANTARA/HO/Youtube live)

    Wali Kota Bogor memberikan keterangan soal perpanjangan PSBB transisi, usai memimpin rapat evaluasi PSBB di Balai Kota Bogor, Kamis (4/6/2020). (ANTARA/HO/Youtube live)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasien sembuh Covid-19 di Kota Bogor bertambah empat orang lagi. Total 114 pasien sembuh atau 62,98 persen dari seluruh kasus positif 181 orang.

    "Dengan tambahan kasus sembuh empat orang lagi, maka persentase pasien kasus positif yang sembuh di Kota Bogor semakin meningkat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno, melalui pernyataan tertulisnya di Kota Bogor, Senin 29 Juni 2020.

    Menurut Retno, dengan meningkatnya pasien sembuh Covid-19, kasus positif dalam perawatan di rumah sakit menjadi berkurang. "Kalau pada hari Minggu kemarin ada 53 kasus positif, hari ini menjadi 50 kasus," katanya.

    Kasus positif Covid-19 berkurang tiga kasus, karena pada Senin ada tambahan satu kasus positif lagi.

    Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) pada Senin hari ini ada empat orang dinyatakan sembuh sehingga jumlah pasien dalam perawatan di rumah sakit berkurang menjadi 32 pasien.

    Warga Kota Bogor yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), karena memiliki riwayat kontak langsung dengan kasus positif Covid-19 juga berkurang tiga orang, sehingga jumlah secara keseluruhan menjadi 102 orang. Kemudian warga yang berstatus orang tanpa gejala, jumlahnya masih tetap 137 orang.

    Menurut Retno, untuk percepatan meminimalisasi penyebaran sekaligus memutus mata rantai Covid-19 agar lebih efektif, Pemerintah Kota Bogor telah membentuk Pasukan Detektif (deteksi aktif) Covid-19. "Pasukan Detektif ini dibagi dalam dua tim, tugasnya adalah melacak dan memantau penyebaran Covid-19," katanya.

    Tim Detektif Covid-19 yang bertugas melacak akan mencari dengan siapa saja pasien positif melakukan kontak langsung, sedangkan tim pemantau tugasnya adalah pemantau pergerakan ODP dan OTG.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.