Ridwan Kamil Evaluasi PSBB Bodebek Sebelum 2 Juli 2020

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan inspeksi di kawasan wisata Farmhouse Lembang, Jawa Barat, Ahad, 14 Juni 2020. Pemprov Jawa Barat telah mengizinkan kawasan wisata kembali dibuka di masa pandemi selama perpanjangan PSBB Proporsional di Jawa Barat. TEMPO/Prima mulia

    Gestur Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat melakukan inspeksi di kawasan wisata Farmhouse Lembang, Jawa Barat, Ahad, 14 Juni 2020. Pemprov Jawa Barat telah mengizinkan kawasan wisata kembali dibuka di masa pandemi selama perpanjangan PSBB Proporsional di Jawa Barat. TEMPO/Prima mulia

    TEMPO.CO, Bandung -Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan status Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Provinsi sudah dicabut dan wilayahnya mulai memasuki penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kecuali zona Bodebek yakni wilayah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. “Masih ada PSBB (di) Jawa Barat yaitu, Bodebek. Bukan seluruhnya tidak ada PSBB,” kata dia, dalam konferensi pers, Senin, 29 Juni 2020.

    Ridwan Kamil mengatakan di luar zona Bodebek yang sudah mendapat lampu hijau menerapkan AKB. “Yang non Bodebek sudah AKB. Tapi kalau Bodebek sampai tanggal 2 (Juli) masih PSBB. Jadi tidak ada PSBB hilang di Jawa Barat, masih ada,” kata dia.

    Menurut dia evaluasi status PSBB di Bodebek akan dilakukan dalam waktu dekat. “Nanti menjelang tanggal 2 (Juli) kita evaluasi. Karena hasil laporan per minggu ini, virusnya masih berputar-putar di wilayah itu, kira-kira begitu,” kata dia.

    Ia mengingatkan warga dari luar Jawa Barat untuk jangan dulu memasuki wilayahnya untuk mengerem penyebaran Covid-19. Belum lama misalnya, kawasan Puncak di serbu wisatawan. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat mengantisipasi dengan menggelar tes masif di kawasan Puncak.

    Tes masif tersebut sekaligus menjadi pedoman untuk pengendalian persebaran Covid-19. “Yang penting kita lakukan testing yang tidak berhenti di daerah pariwisata. Kalau anomalinya besar, maka kebijakannya langsung ditutup. Tapi kalau tidak ada anomali, kita mentoleransi dengan kehati-hatian,” kata dia.

    Petugas tengah memberi pakan satwa di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Selasa 2 Juni 2020. Meski di masa sulit karena tidak ada pengunjung sebab PSBB, TSI tetap merawat satwa-satwanya. TEMPO/M.A MURTADHO

    Dia mencontohkan yang dilakukan pengelola Taman Safari di kawasan Puncak. “Contoh kemarin kita di Taman Safari, mereka membalik-kanankan yang KTP bukan dari Jawa Barat. Sambil terus dites. Mudah-mudahan dalam minggu depan, berita yang dihadirkan oleh kawan-kawan terkait Puncak itu juga mengurangi motivasi orang yang luar Jawa Barat untuk datang. Karena kita pasti merazia dengan testing,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.