67 Persen Pasien Positif Covid-19 di Depok Sudah Sembuh

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di dekat tiga peti mati bertuliskan

    Pengendara melintas di dekat tiga peti mati bertuliskan "Peti Mati COVID-19" yang dipajang di halaman Kantor Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Ahad, 31 Mei 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok mencatat sebanyak 67 persen pasien yang terinfeksi virus corona penyebab Covid-19 di kota itu sudah sembuh.

    "Kasus konfirmasi yang sembuh hingga Senin malam (29 Juni 2020) bertambah 12 orang menjadi 511 orang atau 67,06 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam keterangan pers pemerintah kota, Selasa, 30 Juni 2020.

    Menurut dia, jumlah akumulatif pasien Covid-19 sebanyak 762 orang dan 34 orang di antaranya meninggal dunia.

    Selain itu, pemerintah kota masih memantau kondisi 617 orang dalam pemantauan dan 241 pasien dalam pengawasan terkait penularan virus corona. Mereka juga memantau 604 orang yang punya riwayat kontak dengan pasien Covid-19 namun tidak mengalami gejala sakit.

    Idris menambahkan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal tercatat 115 orang.

    "Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI," katanya.

    Pemerintah Kota Depok memberlakukan pembatasan sosial berskala besar proporsional hingga 2 Juli 2020 guna mengendalikan penularan Covid-19.

    Idris kembali mengingatkan warga kota untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan guna menghindari penularan Covid-19, termasuk memakai masker saat di luar rumah, menjaga jarak dengan orang lain, dan cuci tangan setiap selesai beraktivitas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.