4 Moda Transportasi Gabungkan Pembayaran, Ini Kata Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) didampingi (dari kiri) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar saat Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Menteri BUMN Erick Thohir (ketiga kiri) didampingi (dari kiri) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo dan Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar saat Peresmian Stasiun Terpadu di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyambut baik kerjasama pembayaran empat perusahaan transportasi publik di wilayah Jakarta.

    Keempat perusahaan itu, PT. MRT Jakarta, PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta), PT. Jakarta Prosperindo, dan PT. Moda Transportasi Jabodetabek, menandatangani Head of Agreement (HOA) penyelenggaraan sistem integrasi pembayaran antar moda transportasi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 30 Juni 2020.

    Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan beberapa Direktur Utama dari perusahaan transportasi yang akan melakukan kerjasama.

    Pada acara penandatanganan tersebut, Kartika mengatakan, dirinya mengapresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam penandatanganan kerjasama ini.
    "Integrasi sistem pembayaran ini hanya dapat terwujud dengan sinergi dan kolaborasi yang baik dari semua kalangan, baik itu dari Pemda DKI, BUMN, maupun BUMD," kata Kartika.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga menanggapi mengenai penyelenggaraan sistem integrasi pembayaran antar moda transportasi.

    "Awal tahun ini, integrasi organisasi dan infrakstruktur transportasi di DKI Jakarta dan sekitarnya telah kita mulai. Hari ini merupakan awal proses integrasi tarif dan tiket. Insya allah keduanya tuntas tahun depan, sehingga seluruh warga akan dapat menikmati layanan transportasi yang tidak saja nyaman dan mudah, tetapi juga reliable dan efisien," kata Anies.

    Kerjasama penandatanganan Head of Agreement (HOA) penyelenggaraan sistem integrasi pembayaran antar moda transportasi ini sejalan dengan naiknya masyarakat Jakarta yang menggunakan transportasi publik dimasa PSBB transisi.

    Tercatat pengguna transportasi publik di Jakarta mengalami kenaikan yang signifikan sebelum dan sesudah masa PSBB. Dari MRT Jakarta, mengalami kenaikan yang sebelumnya 4 ribu menjadi 10 ribu pengguna. Transjakarta juga naik, dari angka rata-rata 41 ribu, menjadi 105 ribu. Serta pengguna kereta commuter line naik dan mencapai rata-rata 877 ribu per hari.

    Selain meresmikan penyelenggaraan sistem integrasi pembayaran antar moda transportasi, kesepakatan ini juga akan membentuk perusahaan patungan dari tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki saham sebesar 20 persen, sedangkan PT. Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek memiliki saham sebesar 40 persen.

    Nantinya perusahaan patungan ini akan melakukan beauty contest yang bertujuan memilih strategic planner, dan juga akan bekerjasama dengan perusahaan patungan lain. Sistem integrasi ini akan menggunakan sistem electronic fare collection (EFC). 

    "Di kota Megapolitan tidak mungkin pengelolaan transportasi umum dilakukan secara sendiri-sendiri. Pengelolaan harus diintegrasikan. Ada tiga integrasi yaitu integrasi manajemen, integrasi rute, dan integrasi tiket atau tarif. Bila ketiga aspek itu terintegrasi maka inisiatif penggunaan kendaraan umum akan lebih tinggi dibanding tranportasi pribadi," ujar Anies Baswedan menjelaskan.

    FAZRINALDO | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.