Jumlah Pesepeda di DKI Melonjak, Ini Tips Bike to Work Gowes Aman

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atas: Warga berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. Bawah: Warga berolahraga saat CFD kembali dilaksanakan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Jalan Sudirman Jakarta, Ahad, 21 Juni 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    Atas: Warga berolah raga meski Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) ditiadakan di kawasan JaIan Sudirman, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. Bawah: Warga berolahraga saat CFD kembali dilaksanakan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di kawasan Jalan Sudirman Jakarta, Ahad, 21 Juni 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Komunitas Bike to Work (B2W) Poetoet Sudarjanto membagikan tips pesepeda agar  di Jakarta dapat aman dari aksi kriminalitas yang saat ini kerap terjadi. 

    Saran ini ia berikan sebagai dampak dari meningkatnya jumlah pengguna kendaraan ramah lingkungan di Ibu Kota itu. 

    "Tidak menunjukkan atau menampakkan barang berharga secara langsung. Lalu jika memungkinkan, pilih rute yang aman dan tempat istirahat yang sekiranya aman dari kriminalitas," ujar Poetoet soal tips aman bagi pesepeda, saat dihubungi Tempo, Selasa, 30 Juni 2020. 

    Agar imbauan ini dapat dipatuhi, Poetoet mengatakan komunitas B2W akan membuat buku saku sebagai pegangan dan pedoman masyarakat dalam bersepeda.

    Buku tersebut akan berisi imbauan apa yang boleh dan tak boleh dilakukan oleh pesepeda di Jakarta, seperti misalnya tak bersepeda pada malam hari untuk menghindari aksi kriminalitas. 

    Salah satu aksi kriminalitas terhadap pesepeda yang terjadi baru-baru ini menimpa 4 remaja putri. Mereka mengalami aksi hipnotis saat bersepeda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia pada Senin malam, 29 Juni 2020.

    Berkaca dari kasus itu, Poetoet mengingatkan masyarakat, khususnya wanita, untuk lebih memerhatikan waktu saat bersepeda. "Kriminalitas di ibukota tidak mengenal waktu dan target korban," kata Poetoet. 

    Mengenai aksi kriminalitas terhadap pesepeda di Bundaran HI, Kepala Unit Reskrim Polsek Menteng Komisaris Polisi Gozali Luhulima mengatakan empat anak tersebut awalnya dihampiri seorang pria pada saat duduk beristirahat dari kegiatan bersepeda di wilayah Bundaran HI.

    "Mereka diminta ikut karena dibilang, hati-hati di kawasan HI rawan. Karena kepandaian atau kelihaian ucapan pelaku yang berbuntut korban nurut ngikut ajakannya," kata Gozali Luhulima. 

    Pelaku kemudian membawa empat pesepeda itu ke Jalan Maluku. Disela-sela obrolan, pelaku itu meminta telepon genggam milik dua orang anak dengan dalih agar para remaja putri itu tetap aman.

    "Pas di Jalan Maluku itu, tidak lama setelah berhasil mendapat handphone korban, pelaku langsung melarikan diri," ujar Gozali.

    Keempat anak yang masih berada di bawah pengaruh hipnotis tidak mengejar pelaku dan justru memilih duduk di pinggir jalan karena masih merasa aman. "Pas sadar langsung menceritakan bahwa mereka baru saja dihipnotis. Kemudian petugas membawa mereka ke Polsek Metro Menteng. Pengakuan korban mereka menyerahkan dua HP," kata Gozali.

    Selama masa PSBB transisi pengguna sepeda di Ibu Kota jumlahnya meningkat drastis. Pemerintah DKI menyebut peningkatan mencapai 1.000 persen. Sebelumnya peristiwa kejahatan terhadap pesepeda juga terjadi di kawasan Jalan Panglima Polim. Peristiwa yang juga terjadi pada malam hari itu mengakibatkan seorang pesepeda terluka dan handphone korban dibawa kabur. Pelaku begal pesepeda itu sudah ditangkap.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.