Tangerang Gencarkan Putus Penularan Corona di Pasar Tradisional

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertokoan dan pasar tumpah di kawasan Poris, Kota Tangerang, dipadati oleh ratusan pembeli di malam takbiran, Sabtu, 23 Mei 2020. Tak memperdulikan PSBB. (Hussein/Tempo)

    Pertokoan dan pasar tumpah di kawasan Poris, Kota Tangerang, dipadati oleh ratusan pembeli di malam takbiran, Sabtu, 23 Mei 2020. Tak memperdulikan PSBB. (Hussein/Tempo)

    TEMPO.CO, Tangerang -Aparat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, berupaya maksimal memberikan pemahaman upaya memutus mata rantai penularan Corona  atau Covid-19 kepada pedagang dan pembeli di pasar tradisional

    Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, Selasa, 30 Juni 2020 mengatakan, pihaknya melibatkan seluruh elemen warga dan instansi lain karena pasar merupakan tempat berkumpul banyak orang.

    "Kami hampir tiap pekan selama Covid-19 mengunjungi pasar tradisional dan mengajak pembeli menggunakan masker dan mencuci tangan," katanya.

    Ahmed mengatakan sampai saat ini sudah 10 pasar tradisional yang dikunjungi di antaranya Pasar Curug, Kelapa Dua, Sepatan, Mauk, Gembong, Cikupa dan Pasar Sentiong, Balaraja.

    Pihaknya juga mengajak instansi lain seperti Polri, TNI maupun PWI Kabupaten Tangerang untuk memberikan edukasi kepada pedagang dan pembeli.

    Bahkan pihaknya sudah memberikan puluhan ribu masker secara gratis kepada warga untuk digunakan ketika keluar rumah termasuk alat pelindung diri bagi petugas medis.

    "Pemerintah daerah juga mengajak media untuk berperan aktif masa pandemi itu karena memiliki jaringan yang dapat berfungsi sebagai edukasi kepada warga," katanya.

    Hal tersebut terkait Pemprov Banten telah menetapkan masa perpanjangan Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) untuk ke-5 yang berakhir hingga 12 Juli 2020.

    Namun PSBB tersebut berlaku di wilayah Tangerang Raya meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang yang berpenduduk sekitar 11,5 juta jiwa.

    Demikian pula perpanjangan PSBB dengan catatan memberikan kelonggaran seperti membuka pusat perbelanjaan dan warga dapat mengelar resepsi pernikahan.

    Dia menambahkan dengan kelonggaran tersebut diharapkan roda perekonomian tetap berjalan dan program kesehatan dapat diterapkan.

    "Dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan, pakai masker dan alat pelindung diri lainnya, menjaga jarak serta mencuci tangan setiap saat," katanya.

    Sedangkan edukasi tersebut sangat berguna terutama tentang pentingnya protokol kesehatan diterapkan demi memutus mata rantai penularan Covid-19.

    Menurut dia, dari laporan petugas di lapangan bahwa penggunaan masker di pasar tradisional sudah lebih dari 80 persen dan warga rutin membersihkan tangan. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.