Orangtua Pesimistis Anaknya Lolos Jalur Prestasi PPDB DKI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua murid menggunakan masker dan pelindung wajah memegang spanduk tuntutan saat menggelar aksi di depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Dalam aksi tersebut massa menyampaikan penolakan terhadap kebijakan penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi berdasarkan usia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Orang tua murid menggunakan masker dan pelindung wajah memegang spanduk tuntutan saat menggelar aksi di depan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Dalam aksi tersebut massa menyampaikan penolakan terhadap kebijakan penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi berdasarkan usia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendaftaran Peserta Didik Baru atau PPDB DKI untuk jalur prestasi dibuka hari ini, Rabu 1 Juli 2020.

    Sejumlah orang tua yang anaknya gagal masuk SMP maupun SMA Negeri lewat jalur zonasi pesimistis bisa lolos di jalur prestasi.

    “Dalam zonasi saya itu kan ada 11 SMA, tak satupun anak saya bisa masuk. Jangankan bisa masuk, mau daftar aja sistem udah nolak karena usia anak saya masih 14 tahun 7 bulan 22 hari”, ungkap seorang wali murid, Eva melalui pesan suara kepada Tempo Selasa, 30 Juni 2020.

    Terkait dengan jalur prestasi akademik yang akan dibuka hari ini, Eva mengatakan bahwa dirinya pesimistis anaknya akan lulus.

    “Saya pesimistis bisa lulus di jalur prestasi nanti. Apalagi soal kuota jalur prestasi ini, anak-anak DKI saja tidak semua tertampung, kenapa sih harus ada kuota untuk anak luar DKI. Tolonglah Disdik dipertimbangkan lagi soal ini, lumayan 5% itu dikasi ke anak anak DKI," ujar Eva.

    Orang tua murid lainnya, Ricky R juga merasa pesimistis anaknya bisa lolos ke SMA Negeri lewat jalur prestasi.

    Bahkan dirinya telah menyiapkan beberapa pilihan sekolah swasta jika nanti anaknya tidak lulus di jalur prestasi akademik. “Saya jadi pesimistis apakah anak saya lulus di jalur prestasi nanti. Jadi terpaksa harus ke swasta," ujar Ricky.

    Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana mengatakan PPDB jalur prestasi untuk tingkat SMP dan SMA akan dibuka mulai 1-3 Juli 2020. Adapun kuota untuk SMP dan SMA di jalur prestasi sebesar 25 persen. Sedangkan jenjang SMK sebesar 55 persen dari jumlah kapasitas setiap sekolah.

    Rincian kuota ini sebagai berikut, jenjang SMP dan SMA terdiri dari 20% untuk calon peserta didik dari Jakarta dan 5% untuk calon dari luar jakarta.

    Sedangkan, pada jenjang SMK terdiri dari 50% untuk CPD Jakarta dan 5% dari luar Jakarta.

    Selain itu, seleksi utama pada jalur prestasi akademik ini adalah memperhitungkan rata-rata nilai selama lima semester terakhir dan akreditasi sekolah asal. Calon siswa bebas memilih tiga pilihan sekolah tanpa mengikuti ketentuan zonasi.

    GABRIEL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.