Kereta Bandara Beri Promo Tiket untuk Penumpang KRL

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang berada di dalam kereta bandara saat perjalanan menuju stasiun BNI City, Jakarta, Selasa, 9 April 2019. Kereta ini menjadi alternatif transportasi menuju bandara tanpa harus terganggu dengan kemacetan jalan. ANTARA/Nova Wahyudi

    Penumpang berada di dalam kereta bandara saat perjalanan menuju stasiun BNI City, Jakarta, Selasa, 9 April 2019. Kereta ini menjadi alternatif transportasi menuju bandara tanpa harus terganggu dengan kemacetan jalan. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Railink memberikan promo tiket Kereta Bandara untuk mengurangi penumpukan calon penumpang KRL pada masa penerapan adaptasi kebiasaan baru.

    "Adanya pembatasan KRL membuat banyak penumpang tidak terangkut, terutama di Batu Ceper. Kami memberikan layanan promo untuk membantu mereka agar bisa terangkut," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Railink Mukti Jauhari di Jakarta, Rabu 1 Juli 2020.

    PT Railink memberikan promo harga tiket KA Bandara Soekarno Hatta pada periode Juli 2020. Calon penumpang dapat membeli tiket mulai Rp10.000 sampai Rp50.000 tergantung jauh-dekat jarak tujuan.

    Promo tiket itu berlaku di seluruh kanal pembelian baik melalui aplikasi Railink, website, mitra Railink maupun secara offline di mesin tiket dan Point of Sales (POS) pada masing-masing stasiun.

    Promo tiket KA Bandara Rp10.000 dimulai dari Manggarai - BNI City (PP), Manggarai - Bukit Duri (PP), Duri - BNI City (PP), dan Duri - Batu Ceper (PP).

    Promo tiket Rp20.000 dimulai dari Batu Ceper - Manggarai (PP), Batu Ceper - BNI City, dan Batu Ceper - Bandara Soekarno Hatta.

    Promo tiket Rp50.000 mulai dari Bandara Soekarno Hatta - Duri (PP), Bandara Soekarno Hatta - Manggarai (PP) dan Soekarno Hatta - BNI City (PP).

    Demi mencegah penyebaran COVID-19, tiket kereta bandara yang dijual hanya 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia untuk menciptakan pembatasan jarak fisik selama dalam perjalanan. "Kami sudah menerapkan standar pelayanan berdasarkan normal baru dengan melakukan pembatasan 70 persen. Jadi, saya yakin mereka akan tetap nyaman, sehat, dan selamat," kata Mukti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Benarkah Ada Jam Makan Yang Bikin Gemuk?

    Banyak cara untuk membuat berat badan menjadi ideal, contohnya waktu makan. Namun makan di jam yang salah bisa bikin gemuk.