DPRD Ingatkan DKI Jangan Lengah Saat Perpanjang PSBB Transisi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahad: Warga berolahraga meski CFD ditiadakan di kawasan bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. Bawah: Warga berolahraga saat CFD perdana di masa PSBB transisi di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Ahad, 21 Juni 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    Ahad: Warga berolahraga meski CFD ditiadakan di kawasan bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad, 28 Juni 2020. Bawah: Warga berolahraga saat CFD perdana di masa PSBB transisi di kawasan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Ahad, 21 Juni 2020. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Gilbert Simanjutak, mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI tidak lengah saat memperpanjang PSBB Transisi ke new normal.

    Gilbert menyarankan pemerintah tetap menerapkan pembatasan sosial berskala besar alias PSBB transisi ketat dan menjatuhkan hukuman bagi yang melanggar.

    Fase pertama masa transisi new normal bakal berakhir pada 2 Juli.

    "Jangan pernah lengah terhadap wabah ini. Gelombang kedua Flu Spanyol terjadi lima bulan kemudian," kata Gilbert melalui pesan singkat, 1 Juli 2020.

    Pada gelombang kedua Flu Spanyol jumlah korban yang meninggal lebih banyak. Flu yang terjadi pada tahun 1918 itu menyebabkan menginfeksi 500 juta penduduk dunia dan 30-50 juta orang di antaranya meninggal dunia.

    Sedangkan, puncak penularan atau gelombang pertama pandemi corona di Indonesia, diyakini ahli epidemiologi belum terjadi. Situasi ini membuat seluruh masyarakat harus tetap waspada.

    Meski begitu, kata dia, ada yang membuat masyarakat sedikit bernafas lega di tengah pandemi yang masih berlangsung. Jumlah orang yang meninggal karena Covid-19 mulai berkurang. "Yang sakit juga tidak sampai sebanyak saat Maret hingga April kemarin."

    Gilbert menyarankan pemerintah tetap bersiaga dalam menghadapi masa transisi new normal ini. Pada masa transisi ini pemerintah harus memberikan perhatian pada protokol kesehatan di pasar tradisional. Sebab, pasar telah menjadi klaster baru penularan wabah Corona ini.

    Selain itu, pemerintah harus menyiagakan selalu petugas untuk membubarkan kerumunan dan perekonomian dilonggarkan dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat. "Kerahkan semua sumber daya mulai dari kelurajan sampai wali kota untuk mengawasi daerah mereka masing-masing," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-Ciri Tabung Spesial Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 membutuhkan tabung yang terbuat dari kaca spesial untuk penyimpanannya. Seperti apakah ciri-ciri kaca itu? Berikut detailnya.