PSBB Proporsional Kabupaten Bekasi Diperpanjang Lagi 14 Hari

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menonton film di parkiran pusat perbelanjaan daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 3 Juni 2020. Menjelang penerapan tatanan normal baru alias New Normal, sejumlah pengelola tempat hiburan mulai menghadirkan konsep gaya hidup dengan standar protokol kesehatan. ANTARA/ Fakhri Hermansyah

    Pengunjung menonton film di parkiran pusat perbelanjaan daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Rabu, 3 Juni 2020. Menjelang penerapan tatanan normal baru alias New Normal, sejumlah pengelola tempat hiburan mulai menghadirkan konsep gaya hidup dengan standar protokol kesehatan. ANTARA/ Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Cikarang - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional di Kabupaten Bekasi diperpanjang mulai Jumat 3 Juni 2020. Perpanjangan PSBB hingga 14 hari ke depan itu mengikuti keputusan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    "PSBB Proporsional sebelumnya yang berlaku sejak 5 Juni 2020 berakhir hari ini, mulai besok kita perpanjang lagi selama dua minggu," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah di Cikarang, Kamis 2 Juli 2020.

    Dia mengatakan kebijakan ini sesuai rekomendasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni melanjutkan pemberlakuan PSBB selama 14 hari ke depan.

    Berdasarkan rekomendasi Gubernur Jawa Barat, selama perpanjangan PSBB Proporsional akan diikuti  pelonggaran aktivitas di sejumlah sektor.

    "Gubernur memberikan ruang diskresi kepada Pak Bupati dalam mengatur transisi menuju adaptasi kebiasaan baru pada sektor-sektor yang dapat dilonggarkan," katanya.

    Alamsyah mengaku pemeriksaan Covid-19 di pusat keramaian seperti pasar tradisional dan modern, terminal, stasiun, hingga kawasan industri akan dilakukan secara lebih masif untuk mendeteksi potensi penyebaran virus.

    Dengan 5.000 alat rapid test dan 12.000 alat PCR yang dimiliki pemerintah daerah saat ini pihaknya menargetkan melakukan pemeriksaan kepada 5.000 hingga 1.000 orang baik melalui tes cepat maupun tes usap.

    Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan mengatakan telah memetakan penanganan Covid-19 di enam sektor meliputi sektor industri, pariwisata, sentra ekonomi, moda transportasi, permukiman, serta sektor kegiatan-kegiatan masyarakat.

    "Sektor-sektor itu hanya memberikan area pengawasan penugasan. Di dalam sektor itu kita buat struktur namanya sub gugus tugas," katanya.

    Contohnya di industri ada sub gugus tugas kawasan industri di bawahnya lagi unit gugus tugas tiap perusahaan untuk industri kemudian di bawahnya lagi ada sub unit atau regu-regu gugus tugas bidang misalnya bidang pemasaran dan produksi.

    Dalam setiap struktur tersebut dibentuk satuan tugas yang membidangi empat aspek kegiatan yakni sosial ekonomi, kesehatan, keamanan, serta sosialisasi dan edukasi. "Satgas kesehatan tugasnya tracking, tracing, skrining dan kuratif tingkat pertama," ujarnya.

    Gugus Tugas Covid-19 juga membentuk Masyarakat Nyang Jaga Kampung atau Mang Jaka dengan tujuan menjadikan masyarakat sebagai garda terdepan sekaligus subjek penanganan Covid-19 pada masa perpanjangan PSBB Proporsional itu. "Mang Jaka ini merupakan rentang kendali hingga ke level paling bawah (RT/RW). Tugasnya membuat aturan protokol Covid-19 sesuai kondisi RT-nya, kemudian mengawasi penerapan aturannya, menegakkan aturan dan memberikan sanksi terhadap orang-orang yang melanggar aturan tersebut," kata Hendra.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.