PSBB Transisi, Pemprov DKI Diminta Terus Lacak OTG Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengikuti tes swab covid 19 di Kecamatan Gambir, Jakarta, Selasa 16 Juni 2020. Puskesmas Kecamatan Gambir mengadakan tes swab untuk warga dan pedagang pasar di kawasan Juanda untuk mendeteksi orang tanpa gejala dan mengantisipasi penyebaran virus corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga mengikuti tes swab covid 19 di Kecamatan Gambir, Jakarta, Selasa 16 Juni 2020. Puskesmas Kecamatan Gambir mengadakan tes swab untuk warga dan pedagang pasar di kawasan Juanda untuk mendeteksi orang tanpa gejala dan mengantisipasi penyebaran virus corona. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyarankan Pemerintah Provinsi DKI terus meningkatkan pelacakan terhadap orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Pelacakan ini sangat penting dilakukan karena Jakarta telah menerapkan masa PSBB transisi atau new normal.

    "Saya menyarankan DKI menerapkan tes, lacak, dan isolasi. Tiga langkah itu harus ditingkatkan," kata Pandu saat dihubungi Kamis, 2 Juli 2020.

    Menurut Pandu, peningkatan angka kasus selama masa PSBB transisi ini wajar terjadi. Peningkatan angka kasus baru terjadi karena DKI gencar melakukan pemeriksaan yang disebut active case finding. "Jadi angka kasus barunya naik," tutur dia. 

    Meski begitu, kenaikan kasus Covid-19 baru di Jakarta masih dalam tahap normal. Bahkan, cenderung landai karena tidak naik signifikan. "Kasusnya naik turun, tapi dalam kondisi sudah melandai," ujar Pandu.

    Selain itu, Pandu menyarankan, Pemprov DKI menegakkan kedisiplinan warga dalam menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang wajib ditingkatkan adalah menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

    Hasil kajian Pandu bersama tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menemukan fakta bahwa warga Jakarta masih abai terhadap protokol kesehatan di masa PSBB transisi. Angka kedisiplinan warga menerapkan protokol kesehatan berada di bawah 50 persen. "Makanya kami sarankan agar fase pertama transisi diperpanjang 14 hari," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 4 Tips Aman Dalam Lift saat Pandemi Covid-19

    Lift sangat membantu aktifitas sehari-hari di kantor. Namun di tengah pandemi Covid-19, penggunaan lift harus lebih diperhatikan.