Wabah Covid-19, Epidemiolog: 5 Persen Pedagang Pasar DKI Terpapar

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis bersiap melaksanakan tes swab di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020. Di sejumlah pasar tradisional di Jakarta sempat ditemukan pedagang yang reaktif dan positif virus corona. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis bersiap melaksanakan tes swab di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020. Di sejumlah pasar tradisional di Jakarta sempat ditemukan pedagang yang reaktif dan positif virus corona. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Epidemiolog dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan Pemerintah DKI tengah mengkaji angka penularan Corona di kawasan pasar.

    Dari hasil kajian sementara, kata Pandu, ditemukan bahwa 5 persen pedagang di pasar tradisional di Jakarta terpapar Covid-19.

    Data penularan 5 persen dari pedagang pasar itu merupakan data awal. Sebabnya, baru beberapa pasar yang dilakukan pemeriksaan. "Kajiannya belum selesai. Indikasi sementaranya sudah ada (penularan virus)," kata epidemiolog Pandu saat dihubungi, Kamis, 2 Juli 2020.

    Selain itu, kini pasar tradisional juga telah menjadi klaster dalam penularan virus ini. Pandu menyarankan pemerintah meningkatkan protokol kesehatan di dalam pasar.

    Menurut dia, protokol kesehatan pasar perlu ditata ulang di dalam pasar. Menurut dia, skema ganjil genap kios di dalam pasar memang tidak efektif. Sebab, yang harus dilakukan adalah pengendalian pengunjung yang datang ke pasar. "Jadi batasi jumlah pengunjungnya agar tidak menumpuk dan terapkan protokol 3M."

    Protokol 3M adalah menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak fisik. Menurut dia, jika protokol kesehatan umum itu diterapkan bakal sangat membantu memutus rantai penularan Corona. "Asal tidak terjadi kerumunan di pasar akan aman," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Rp 28,5 Triliun untuk Gaji Ke-13 di Bulan Agustus 2020

    Pemerintah menyalurkan gaji ke-13 PNS pada Senin, 10 Agustus 2020. Ada sejumlah kelompok yang menerima gaji itu dari anggaran Rp 28,5 triliun.