Ribuan WNI Repatriasi: Sebanyak 115 Dikarantina di Wisma Atlet

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang merupakan organisasi ordirga berbasis komunitas binaan TNI AU, di Jakarta, Sabtu 20 Juni 2020. Sebanyak dua 'flight' dari TNI AU dan FASI secara terpisah melakukan aksi sosialisasi Normal Baru dan kampanye Terimakasih pada Tim Medis  COVID-19 di kawasan sekitar Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, kawasan wisata Pantai Ancol, dan sejumlah daerah lainnya di Jakarta. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran tampak dari pesawat Microlight Trike yang dipiloti Mayor Tek Dani Suwandono dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang merupakan organisasi ordirga berbasis komunitas binaan TNI AU, di Jakarta, Sabtu 20 Juni 2020. Sebanyak dua 'flight' dari TNI AU dan FASI secara terpisah melakukan aksi sosialisasi Normal Baru dan kampanye Terimakasih pada Tim Medis COVID-19 di kawasan sekitar Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, kawasan wisata Pantai Ancol, dan sejumlah daerah lainnya di Jakarta. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan bahwa 2.744 orang warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri yang pulang ke Tanah Air (repatriasi) dikarantina pada sejumlah lokasi di DKI Jakarta, termasuk RSD Wisma Atlet.

    Sementara, total WNI repatriasi hingga Sabtu 4 Juli 2020 sebanyak 37.811 orang.

    "Jumlah total (WNI repatriasi) 37.811 orang, dikarantina 2.744 orang yang terdiri dari 115 orang di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Wisma Pademangan 2.109 orang, hotel dan penginapan di wilayah Jakarta 520 orang," ujar Aris berdasarkan pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu, 4 Juni 2020.

    Aris menambahkan 115 orang yang dikarantina di RSD Wisma Atlet merupakan pasien positif dan reaktif Covid-19 dari hasil tes usap (swab test) dan tes cepat (rapid test).

    Ia memerinci 115 orang yang dirawat di RSD Wisma Atlet tersebut yaitu WNI repatriasi yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes usap sebanyak 108 orang, serta WNI repatriasi yang dinyatakan reaktif Covid-19 dari hasil tes cepat (rapid test) sebanyak tujuh orang. "Swab 108 orang. Rapid test 7 orang," ujar Aris.

    Adapun 108 orang yang dinyatakan positif dari tes usap adalah pindahan WNI repatriasi dari luar negeri yang dikarantina di Wisma Pademangan.

    Sedangkan tujuh orang yang reaktif dari hasil rapid test itu terdiri dari 5 orang pekerja migran Indonesia (PMI) tanggal kedatangan 19 Juni, 1 orang PMI tanggal kedatangan 18 Juni, dan 1 orang PMI tanggal kedatangan 20 Juni.

    Kolonel Mar Aris Mudian juga melaporkan bahwa pada Sabtu ini, total WNI repatriasi berjumlah 2.744 orang.

    Jumlah tersebut bertambah 365 orang jika dibandingkan dengan data pada Jumat (3/7). Kemarin, jumlah yang dikarantina sebanyak 2.379 orang dari 36.520 orang WNI repatriasi.

    Hal itu disebabkan peningkatan jumlah WNI repatriasi dari luar negeri yang dikarantina di Wisma Pademangan sebanyak 284 orang. Menurut Kolonel Aris pada Jumat kemarin, ada 1.825 orang WNI repatriasi yang dikarantina di Wisma Pademangan, sekarang 2.109 orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.