Warga di Sekitar Bantaran BKT Keluhkan Busa Limbah Beterbangan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang anak melihat air Kanal Banjir Timur yang berbusa di kawasan Marunda, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Busa yang muncul tersebut diduga akibat air kanal yang tercemar limbah dari saluran pembuangan warga. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Dua orang anak melihat air Kanal Banjir Timur yang berbusa di kawasan Marunda, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Busa yang muncul tersebut diduga akibat air kanal yang tercemar limbah dari saluran pembuangan warga. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga di sekitar bantaran Sungai Banjir Kanal Timur, Ujung Menteng, Jakarta Timur, mengeluhkan busa limbah yang beterbangan ke rumah mereka.
    "Busanya bau. Terus hampir setiap hari ada saja yang terbang ke teras rumah," kata warga RT04 RW04 Ujung Menteng, Fatimah, 42 tahun, di Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Kemunculan busa serupa salju di aliran BKT dilaporkan terjadi sejak Sabtu, 27 Juni 2020, namun hingga Sabtu sore situasi itu belum juga reda.

    Busa tersebut hanya muncul di pintu air, lalu terbawa arus. Bahkan pantauan di lokasi busa semakin meluas hingga pintu air Malaka Sari dan Kebon Nanas, Jakarta Timur.

    "Busa ini  sudah ada semingguan di sini. Kadang ada, kadang hanyut," katanya warga lainnya Talita, 25 tahun.

    Pedagang tahu goreng di bantaran BKT itu juga kerap menyaksikan busa dari sungai beterbangan."Kalau ada angin kencang aja, busanya kebawa, terus nempel ke mana-mana," katanya.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, gumpalan busa putih terjadi karena endapan detergen limbah rumah tangga yang terangkat turbulensi arus. "Fenomena turbulensi aliran akibat ketinggian yang berbeda dari sisi yang berlawanan dan dipicu oleh penutupan Pintu Air Weir 1 Malaka Sari," katanya di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2020.

    Busa itu muncul di sekitar Pintu Air BKT WEIR - 1 Malaka Sari, Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.