Angka Kesembuhan Kasus Positif Corona di Depok Capai 70,5 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Depok -Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Jawa Barat mencatat persentase kesembuhan kasus positif Corona di Depok mencapai 70,5 persen.

    "Mudah-mudahan persentase kesembuhan ini terus meningkat, dan angka kesakitan bisa terus ditekan. Disiplin kita dalam melaksanakan protokol kesehatan adalah kunci menekan laju peningkatan kasus Covid-19," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Sabtu malam, 4 Juli 2020.

    Menurut Idris yang juga Wali Kota Depok tersebut , penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan seperti, penggunaan masker, selalu menjaga jarak fisik, mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer merupakan kebutuhan masing-masing pribadi dalam mencegah penularan Covid-19.

    Sementara itu data penambahan kasus konfirmasi positif Sabtu sebanyak 10 kasus menjadi 800 orang. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab dan PCR di Laboratorium RS UI sebanyak 6 kasus dan 4 kasus merupakan hasil pemeriksaan dari Laboratorium Kesehatan Kota Depok (Labkesda).

    "Adapun kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah 8 orang menjadi 564 orang atau 70,50 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok," jelasnya.

    Selanjutnya untuk orang tanpa gejala (OTG) yang selesai pemantauan hari ini pun bertambah 23 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) yang sembuh sebanyak 12 orang, sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah 2 orang."Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 118 orang, terdapat penambahan dibanding hari sebelumnya yaitu 2 orang," jelasnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.