PA 212 Pamer Bela Diri untuk Ganyang Komunis

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa menunjukkan aksi bela diri saat Apel Siaga Ganyang Komunis di lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu, 5 Juni 2020. Massa Persaudaraan Alumni atau PA 212 menunjukkan aksi bela diri dalam acara tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Massa menunjukkan aksi bela diri saat Apel Siaga Ganyang Komunis di lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu, 5 Juni 2020. Massa Persaudaraan Alumni atau PA 212 menunjukkan aksi bela diri dalam acara tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Acara Apel Siaga Ganyang Komunis yang diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni atau PA 212 menampilkan peragaan bela diri. Jawara-jawara dari sejumlah organisasi masyarakat atau Ormas pamer kebolehan mengolah tubuh di depan peserta apel.

    Di antaranya ormas yang menunjukkan kebolehannya adalah Tapak Suci Putra Muhammadiyah dan Laskar Pemburu Aliran Sesat. Para jawara itu memperagakan bela diri dengan diiringi musik dari pengeras suara. Di sela-sela aksi, pembawa acara sesekali mengucapkan kata 'Takbir' dan dijawab dengan riuh oleh penonton.

    "Siap ganyang PKI? Siap bunuh PKI? Takbir!," ujar pembawa acara di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Metro, 5 Juli 2020.

    Sebelum pertunjukan bela diri dimulai, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis memberikan pidato kepada masa apel. Dia mendesak pemerintah dan DPR RI untuk membatalkan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP.

    "Apabila RUU HIP tidak dihentikan, dan jika inisiatornya tidak ditegakkan hukum atas mereka. Kita siap untuk turun kembali besar-besaran? Siap untuk ganyang Komunis? Bahkan siap untuk perang?," kata Sobri.

    Dari pantauan Tempo di lokasi, Ormas Lain yang hadir dalam apel siaga PA 212 adalah Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten, Bang Japar, Jakarta United Ummah USA, Brigade 411, Masyumi Reborn, dan Jamaah Ansharusy Syariah. Acara tersebut dimulai sejak pukul 13.00 dan selesai sekitar pukul 14.30.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.