Tiga Klaster Covid-19 di Bogor Munculkan 11 Kasus Positif Baru

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil meninjau AKB di KRL Commuterline di Stasiun Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kota Bogor, Jumat (26/6/20).

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil meninjau AKB di KRL Commuterline di Stasiun Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kota Bogor, Jumat (26/6/20).

    TEMPO.CO, Bogor - Sebelas kasus positif baru yang ditemukan di Kota Bogor dalam dua hari terakhir berasal dari tiga klaster Covid-19. Selain klaster Toko Mitra 10, terdapat klaster fasilitas kesehatan dan klaster luar Kota Bogor.

    Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan ada tambahan 11 kasus positif baru di Kota Bogor.

    Dedie A Rachim menjelaskan, untuk klaster Covid-19 di fasilitas kesehatan, Pemerintah Kota Bogor sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk melakukan kajian ulang terhadap delapan rumah sakit rujukan yang direkomendasikan Gubernur Jawa Barat.

    Klaster luar Kota Bogor menunjukkan penularan virus disebabkan orang yang melakukan perjalanan ke luar kota dengan menggunakan multi moda transportasi umum serta kasus warga dengan KTP Kota Bogor tapi domisilinya di luar Kota Bogor yang sering datang dan pergi ke Kota Bogor.

    Untuk klaster toko Mitra 10, Pemerintah Kota Bogor dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor, sudah memperpanjang penutupan sementara operasional toko swalayan bahan bangunan Mitra 10 di Kota Bogor.

    Selama penutupan sementara toko Mitra 10, Pemerintah Kota Bogor meminta manajemen toko Mitra 10 untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, antara lain, melakukan uji sampel spesimen bagi karyawan, sales promotion girl (SPG), supplier, dan manajemen.

    "Mereka juga harus melakukan penataan sirkulasi udara di ruangan toko Mitra 10, menyiapkan jalur pengunjung di dalam toko, menutup kantin, mengurangi jumlah karyawan yang berada di dalam area toko, serta menyiapkan skema penyemprotan disinfektan secara rutin dan terjadwal.

    Wakil Wali Kota Bogor mengatakan untuk Klaster Covid-19 di Toko Mitra 10, setelah semua langkah antisipasi itu dipenuhi, Pemerintah Kota Bogor dan GTPP Covid-19 Kota Bogor akan memberikan kelonggaran untuk dibuka kembali. "Dengan sejumlah catatan dan menerapkan protokol kesehatan secara benar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.