Data Covid-19 Jakarta Selasa: Kasus Positif 199, Sembuh 241

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tes cepat (rapid test) COVID-19. (ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan

    Ilustrasi tes cepat (rapid test) COVID-19. (ANTARA/HO-Pokja Jakarta Selatan

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2020 tercatat 199 orang. Angka ini turun dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 231 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

    Adapun jumlah pasien sembuh bertambah 241 orang, dan korban meninggal meningkat lima orang.

    Masih dari data tersebut, pasien sembuh Covid-19 hingga Selasa tercatat 8.277 orang (hari sebelumnya 8.036 orang), kemudian untuk kasus positif sebanyak 12.725 orang (hari sebelumnya 12.526 orang), adapun yang meninggal dunia ada 664 orang (sebelumnya 659 orang).

    Sebanyak 405 pasien saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit (hari sebelumnya 493 orang) dan 3.379 orang melakukan isolasi mandiri atau self isolation di rumah (sebelumnya 3.340 orang).

    "Sedangkan, untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 492 orang (sebelumnya 511 orang) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 740 orang (sebelumnya 731 orang)," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati di Balai Kota Jakarta, Selasa, 7 Juli 2020.

    Secara total, menurut laman https://corona.jakarta.go.id/ 491 orang berstatus ODP adalah mereka yang sedang dalam pemantauan yang merupakan bagian dari 101.360 orang kasus ODP dengan 100.720 orang telah selesai pemantauan dan 148 orang di antaranya meninggal dunia.

    Sementara untuk 740 orang berstatus PDP adalah yang masih menjalani perawatan, yang merupakan bagian dari 18.435 orang jumlah total PDP dengan 15.691 orang dipulangkan dan dinyatakan sehat, serta 2.004 lainnya meninggal.

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga menyatakan sampai dengan 6 Juli 2020 sudah ada 347.293 sampel yang telah diperiksa dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mengetahui jejak Virus Corona di lima wilayah DKI Jakarta.

    Untuk tes PCR pada 6 Juli 2020, dilakukan pada 2.693 orang. Sebanyak 2.389 tes dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru (yang awalnya terdeteksi pada hasil reaktif pengujian rapid test) dengan hasil 199 positif dan 2.190 negatif.

    Dalam meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode tes cepat dan PCR Pemprov DKI membangun Laboratorium Satelit Covid-19 yang berlokasi di sebagian lahan RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit sejak 9 April 2020. Dan saat ini jejaringnya ada sebanyak 45 laboratorium pemeriksa Covid-19.

    Pemeriksaan masif secara selektif termasuk dengan tes cepat (rapid test), terus dilakukan di daerah kelurahan terpilih yang dikaji secara epidemologis dan menurut kepadatan penduduk. Sasaran ditujukan kepada warga lansia, warga dengan kasus penyakit tertentu dan juga pada ibu hamil.

    "Total sebanyak 256.147 orang (hari sebelumnya 251.264 orang) telah menjalani rapid test, persentase positif Covid-19 sebesar 3,5 persen, dengan rincian 8.925 orang (hari sebelumnya 8.700 orang) dinyatakan reaktif Covid-19 dan 247.222 orang (hari sebelumnya 242.564 orang) dinyatakan non-reaktif," kata Ani.

    Untuk kasus positif, tambah Ani, ditindaklanjuti dengan uji usap (swab test) secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau rumah sakit atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

    Ani menyatakan bahwa jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mal, objek wisata, pasar, check point SIKM, bersama dengan tim terpadu SKPD.

    Selain melakukan imbauan, tim juga akan melakukan penindakan berupa denda. Penindakan dengan penutupan turut dilakukan pada lokasi yang seharusnya belum boleh membuka aktivitas, termasuk kategori rumah minum/bar serta griya pijat.

    "Kami imbau pula bagi seluruh masyarakat untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak antarorang minimal 1,5-2 meter dan batasi aktivitasi ke luar rumah jika tidak terlalu penting," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.