Menolak Rapid Test, Pedagang Pasar Sumur Batu Diperiksa Lagi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi rapid test. ANTARA

    Ilustrasi rapid test. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelurahan Sumur Batu kembali melanjutkaan rapid test Covid-19 terhadap para pedagang di Pasar Sumur Batu, Rabu 8 Juli 2020. “Hari ini kami akan melanjutkan pemeriksaan tes terhadap pedagang yang kemarin menolak,” kata Waluyo, Kepala pengurus pasar Sumur Batu. Selasa 7 Juli 2020, sejumlah pedagang menolak untuk dites Covid-19.

    Tes Rapid dilakukan oleh Kelurahan Pasar Batu bersama tim pemeriksa dari Puskesmas Kemayoran. Sebelum diperiksa, para pedagang didata terlebih dahulu oleh pengurus Pasar Jaya Sumur Batu.

    Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kelurahan Sumur Batu, TNI, dan Satpol PP mengawasi proses berjalannya pemeriksaan.

    FKDM bersama pengurus Pasar Jaya melakukan sosialisasi dan pengarahan sebelum dilakukan pendataan terhadap pedagang. “Kemarin pedagang yang belum diperiksa didata lagi,” kata Ketua FKDM Kelurahan Sumur Batu, Viko.

    Hari ini akan didata 10 pedagang. Mereka akan dibawa ke Puskesmas, dijemput oleh kendaraan Satpol PP untuk dites. “Ini akan dilakukan secara bertahap hingga seluruh pedagang diperiksa,” ujar Viko.

    Menurut dia, pedagang yang menolak karena takut dan beranggapan akan dibawa ke Wisma Atlet. Para pedagang diharapkan patuh terhadap arahan dari kelurahan demi kenyamanan dan kesehatan pedagang.

    “Ini demi kesehatan dan kenyamanan bersama. Mengingat pasar batu kan masih zona hijau, tidak seperti pasar-pasar lainnya”, ujar Viko.

    Pedagang di Pasar Sumur Batu menolak dites Covid-19. Mereka menutup kios setelah mengetahui akan ada kunjungan mendadak dari Kelurahan dan Puskesmas Kemayoran untuk melakukan tes Covid-19. Sebanyak 41 dari total 156 pedagang telah menjalani rapid test.

    GABRIEL | ENDRI KURNIAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.