Kasus Covid-19 Melonjak, DKI: Bukan Berarti Buruk, tapi...

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga saat mengikuti rapid tes gratis menggunakan alat uji rapid tes produksi dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020. Presiden Joko Widodo melarang jajarannya untuk membeli alat rapid test dan PCR virus corona dari luar negeri. Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tak perlu impor karena telah mampu memproduksi sendiri alat tes Covid-19 tersebut. TEMPO/Subekti.

    Warga saat mengikuti rapid tes gratis menggunakan alat uji rapid tes produksi dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis 9 Juli 2020. Presiden Joko Widodo melarang jajarannya untuk membeli alat rapid test dan PCR virus corona dari luar negeri. Jokowi mengatakan saat ini Indonesia tak perlu impor karena telah mampu memproduksi sendiri alat tes Covid-19 tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta- Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Penduduk dan Permukiman DKI Jakarta Suharti menyatakan masih tingginya angka positif Covid-19 karena penemuan kasus baru.

    Suharti menilai bahwa masih tingginya angka tersebut bukanlah hal yang buruk, karena warga yang ditemukan positif virus corona bisa langsung diberikan perawatan. "Ini yang menyebabkan angka di DKI tinggi. Bukan berarti buruk, tapi baik karena menemukan mereka yang terinfeksi," ujarnya dalam diskusi virtual, Kamis 9 Juli 2020.

    Dalam pekan ini DKI mencatat rekor penambahan kasus Covid-19. Pada Rabu, 8 Juli 2020 tercatat jumlah kasus baru 344 kasus. Pada Minggu 5 Juli 2020 lalu penambahan 256 kasus.

    Suharti mengatakan kalau masih banyak kasus Covid-19 yang belum teridentifikasi maka akan berpotensi menularkan kepada orang lain. Hal ini karena sebagian besar dari temuan dari kasus baru itu merupakan orang tanpa gejala yang memungkinkan untuk beraktivitas di tengah masyarakat tanpa mengetahui dirinya terjangkit.

    Ia menyebutkan temuan kasus baru sekarang sudah sama banyak dengan kasus-kasus yang ditemukan dari pemeriksaan rumah sakit. Pada penemuan kasus baru tersebut DKI menerapkan rapid test dan PCR Swab test.

    Suharti menyatakan dari penemuan kasus baru itu DKI juga bisa menetapkan di wilayah prioritas penanganan yang masuk dalam zona merah dengan laju penularan Covid-19 masih tinggi. Sehingga kata dia, DKI bisa mengendalikan penularan di zona-zona tersebut, sebagian wilayah zona merah sudah ada yang mulai terkendali.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.