89 Pedagang Pasar Kober Jalani Tes Swab Covid-19

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang saat mengikuti tes swab di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020.  Pemprov DKI Jakarta juga memperpanjang PSBB masa transisi hingga 12 Juli 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pedagang saat mengikuti tes swab di Pasar Tasik, Jakarta, Kamis, 2 Juli 2020. Pemprov DKI Jakarta juga memperpanjang PSBB masa transisi hingga 12 Juli 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta- Pedagang Pasar Kober, Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, mengikuti tes swab untuk mencegah penyebaranvirus corona atau Covid-19. Lurah Papanggo, Maryono, menyebut tes swab yang dilakukan kepada 89 pedagang itu merupakan kolaborasi mereka dengan Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok dan Puskesmas Kelurahan Papanggo. 

    Menurut Maryono pihaknya menggelar rapat dengan instansi terkait, termasuk pengelola Pasar Kober sebelum tes swab dilakukan. Sebanyak 18 petugas Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok yang terdiri dari dokter, tenaga paramedik, serta administrasi dikerahkan dalam kegiatan itu. 

    “Tujuannya agar hasil rapat bisa disampaikan kepada pedagang sebagai bentuk sosialisasi sekaligus memberikan edukasi manfaat dari pemeriksaan kesehatan tersebut,” ucap Maryono dalam keterangan tertulis resmi yang Tempo kutip dari situs utara.jakarta.go.id pada Kamis, 9 Juli 2020. 

    Kepala Puskesmas Kecamatan Tanjung Priok, Ahrahayati Wildany, menyebut pelaksanaan tes swab itu sesuai dengan Surat Edaran Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara No. 016/2020 tentang Testing Covid-19 Massal di Pasar. Hal itu didasari temuan bahwa area pasar tradisional berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19. “Saat ini Active Case Finding (ACF)  atau temuan kasus aktif berada di pasar," kata dia. 

    Ahrahayati menjelaskan 89 pedagang yang mengikuti tes swab tersebut didata secara pribadi maupun dengan form Penyelidikan Epidemiologi (PE). Menurut dia, pendataan itu bertujuan agar pihak puskesmas mengetahui apakah pedagang memiliki pernyakit penyerta atau faktor kesehatan lainnya. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.