PT KAI Kembali Buka Lima Perjalanan KA Jarak Jauh

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menunjukkan tiket di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir - Surabaya Pasarturi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan kereta api luar biasa (KLB) jarak jauh. TEMPO/Tony Hartawan

    Penumpang menunjukkan tiket di dalam gerbong kereta api luar biasa relasi Gambir - Surabaya Pasarturi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan kereta api luar biasa (KLB) jarak jauh. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia mulai besok, Jumat, 10 Juli 2020, akan menambah lima perjalanan KA jarak jauh di area Daerah Operasi 1 Jakarta.

    Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan lima rute baru itu diberangkatkan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen dengan tujuan Bandung, Cirebon, serta Surabaya.

    “Dengan penambahan 5 perjalanan lagi, maka secara keseluruhan mulai Jumat 10 Juli 2020 terdapat 10 perjalanan KA Jarak Jauh dari area PT KAI Daop 1 Jakarta,” kata Eva dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 9 Juli 2020. 

    Eva menjelaskan, 5 perjalanan KA jarak jauh itu adalah 3 perjalanan KA Argo Parahyangan (Gambir-Bandung pulang-pergi), KA Bima (Gambir-Malang pulang-pergi), dan KA Sembrani (Gambir-Surabaya Pasar Turi pulang-pergi). Ia menyebut 5 KA tersebut hanya akan dioperasikan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Mulai tanggal 10, 11, 12, 17, 18, 19, 24, 25, 26, 30 dan 31 Juli 2020.

    Berikut adalah jadwal keberangkatan KA jarak jauh yang dimaksud:

    Stasiun Gambir

    1. KA Argo Parahyangan (Gambir - Bandung pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 07.10 dan Bekasi pukul 07.45

    1. KA Turangga (Gambir - Bandung- Surabaya Gubeng pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 14.00 dan Bekasi pukul 14.32

    1. KA Bima (Gambir - Malang pp)

    Berangkat dari Stasiun Gambir pukul 16.40 dan Bekasi pukul 17.16

    1. KA Argo Parahyangan (Gambir - Bandung pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 17.45 dan Bekasi pukul 18.18

    1. KA Sembrani (Gambir-Surabaya Pasarturi pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 19.00 dan Bekasi pukul 19.35

    1. KA Argo Parahyangan (Gambir - Bandung pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 18.45 dan Bekasi pukul 19.18

    Stasiun Pasar Senen

    1. KA Bengawan (Pasar Senen-Cirebon Prujakan-Purwosari pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 06.30 dan Bekasi 06.56

    1. KA Tegal Ekspress (Pasar Senen-Cirebon Prujakan-Tegal pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 07.40, Bekasi 08.07 dan Cikampek pukul 08.56

    1. KA 322 Serayu (Pasar Senen-Kiaracondong-Purwokerto pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 09.15, Bekasi pukul 09.47, Karawang pukul 10.21, Cikampek pukul 10.42

    1. KA Kertajaya (Pasar Senen-Cirebon Prujakan- Surabaya Pasarturi pp)

    Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pukul 14.10 dan Bekasi pukul 14.42

    Menurut Eva, pengoperasian lima KA jarak jauh itu tetap akan diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. PT KAI, kata dia, hanya akan menjual tiket kereta maksimal 70 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

    ”Tujuannya untuk menjaga jarak antar penumpang selama perjalanan,” tutur Eva. Adapun penumpang dengan usia di atas 50 tahun akan diatur tempat duduknya oleh petugas sehingga tak berdekatan dengan penumpang lain. 

    Para calon penumpang KA jarak jauh juga diharuskan melengkapi sejumlah syarat sesuai dengan aturan yang berlaku terkait bepergian ke luar kota di tengah pandemi Covid-19. Jika saat proses pengecekan tiket penumpang tidak memenuhi syarat tersebut, maka tidak diperkenankan melanjutkan perjalanan. Tiket, ujar Eva, dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh 100 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.