Kasus Positif Covid-19 di Klaster Unilever Bekasi Bertambah Satu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengkonfirmasi kasus Covid-19 dari klaster pabrik milik PT Unilever Indonesia Tbk di kawasan industri Jababeka, Cikarang, bertambah satu orang. Tapi, kabar baiknya dua kasus dinyatakan telah sembuh.

    Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan total kasus dari klaster pabrik di bagian produksi teh tersebut sebanyak 37. Rinciannya buruh yang positif sebanyak 22 orang, bertambah dari sebelumnya 21 orang.

    "Dari keluarga 15 orang, tidak ada penambahan," kata Alamsyah ketika dihubungi pada Kamis, 9 Juli 2020.

    Kabar baiknya, kata dia, dua kasus dinyatakan sembuh. Keduanya adalah buruh yang tinggal di Kecamatan Cikarang Timur. Adapun kasus aktif lainnya ada yang menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Bekasi dan Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet maupun isolasi mandiri.

    "Hari ini kami melakukan swab test masif lagi para tetangganya 120 orang, hasilnya belum keluar," kata Alamsyah.

    Berdasarkan data situs https://pikokabsi.bekasikab.go.id/ total kasus di Kabupaten Bekasi sebanyak 298. Selama sepekan terjadi penambahan hingga 15 kasus. Penambahan paling banyak mulai tanggal 8 kemarin dimana sehari sebelumnya 285 kasus kemudian menjadi 292 kasus.

    Dari total kasus ini, jumlah kasus aktif sebanyak 49 rinciannya dirawat di rumah sakit 22 orang dan 27 isolasi mandiri, sementara pasien sembuh sebanyak 229 orang, dan yang meninggal dunia sebanyak 20 orang. "Angka kematian nol sejak 13 Juni lalu," kata dia.

    "Penambahan dari masyarakat, kalau dari klaster unilever hanya satu kasus," kata Alamsyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.