Begini Kejamnya Predator Anak Asal Prancis yang Cabuli 305 Anak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bersama Menteri Sosial Juliari Batubara memberikan keterangan saat konferensi pers pengungkapan kasus eksploitasi ekonomi dan seksual kepada anak-anak di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020. Polda Metro Jaya berhasil mengamankan seorang WNA asal Prancis sebagai tersangka kasus eksploitasi ekonomi dan seksual kepada anak-anak dengan jumlah korban sebanyak 305 anak-anak. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana bersama Menteri Sosial Juliari Batubara memberikan keterangan saat konferensi pers pengungkapan kasus eksploitasi ekonomi dan seksual kepada anak-anak di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020. Polda Metro Jaya berhasil mengamankan seorang WNA asal Prancis sebagai tersangka kasus eksploitasi ekonomi dan seksual kepada anak-anak dengan jumlah korban sebanyak 305 anak-anak. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaPredator anak asal Prancis yang melakukan pencabulan terhadap 305 anak di Jakarta disebut sangat kejam.

    Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana, mengatakan Francois Abello Camille atau yang disebut Mister akan menendang dan memukul anak-anak yang menolak ia setubuhi.

    "Bagi yang tidak mau disetubuhi, anak ini dipukul dan ditendang," kata Nana kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis 9 Juli 2020.

    Nana mengatakan tersangka memberi imbalan sebesar Rp 250.000- Rp 1 juta kepada korban setelah disetubuhi.

    Francois Abello Camille, 65 tahun, memangsa anak-anak itu dengan modus mengiming-imingi anak jalanan bisa menjadi model.

    Menurut Nana, kamar hotel yang dipakai pria ini dirancang serupa studio foto. Selain itu, tersangka pun merekam adegan bejatnya dengan menyediakan kamera tersembunyi. "Ada 305 video mesum atau video tentang perbuatan seks yang dilakukan pelaku," kata dia.

    Dari kamar hotel di Taman Sari, Jakarta Barat, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti obat kuat, alat bantu seks, kondom, 6 unit kamera, paspor, laptop, hingga 21 kostum seksi untuk anak-anak.

    Nana mengatakan pelaku dijerat dengan 5 pasal sekaligus, antara lain Persetubuhan terhadap anak di bawah umur Pasal 81 Jo 76 D UU RI Nomor 17 tahun 2016.

    Lalu Eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak di bawah umur Pasal 88 Jo 76 UU RI No.17 tahun 2016, dan Pasal 27 ayat 1 jo pasal 45 UU RI no. 19 tahun 2016 tentang ITE.

    IHSAN RELIUBUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.